Peran Asam Lemak Omega-3 pada Dislipidemia dan Penyakit Kardiovaskular
Role of Omega-3 Fatty Acids in Dyslipidemia and Cardiovascular Diseases
Abstrak
Penyakit jantung koroner (PJK) menempati urutan pertama penyebab mortalitas dan morbiditas secara global, terutama di negara berkembang. Asam lemak omega-3 baik dari hewan laut maupun tanaman disebutkan dalam beberapa studi terbukti dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner. Selain efek anti-aritmiknya, asam lemak omega-3 juga ditemukan memiliki efek anti-trombotik dan anti-aterosklerotik. Pada tahun 2011, masyarakat Amerika Serikat menghabiskan sekitar 25 miliar dolar AS untuk suplemen omega-3; angka ini diperkirakan mencapai 35 miliar dolar AS pada tahun 2016. Kajian terhadap beberapa uji terkontrol acak menunjukkan asam lemak omega-3 secara konsisten menurunkan kadar trigliserid plasma bergantung dari dosis yang diberikan. Efek lainnya terhadap penurunan tekanan darah, perbaikan fungsi endotel, dan peningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL) dalam darah juga disebut berperan menurunkan mortalitas pada PJK. American Heart Association (AHA) merekomendasikan konsumsi ikan yang rutin sebagai bentuk pencegahan sekunder pada kelompok pasien berisiko tinggi PJK. Peran asam lemak omega-3 sebagai pencegahan primer perlu dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan risiko perdarahan dan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk suplemen omega-3.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
