Perbaikan Progresif Kardiomiopati Peripartum dengan Fraksi Ejeksi Awal Rendah
Peripartum Cardiomyopathy Reached Progressive Recovery Despites Poor Initial Ejection Fraction
Abstrak
Kardiomiopati peripartum (PPCM) merupakan suatu keadaan kardiomiopati idiopatik yang berhubungan dengan kehamilan. Penyakit ini bermanifestasi sebagai gagal jantung akibat disfungsi ventrikel kiri dan dapat terjadi pada satu bulan terakhir kehamilan sampai dengan lima bulan setelah melahirkan. Meskipun prevalensinya tergolong rendah, PPCM dikaitkan dengan angka morbiditas yang signifikan dan dapat berakibat fatal. Diagnosis sering tertunda karena gejalanya serupa dengan gejala yang muncul pada kehamilan normal dan periode setelah melahirkan. Ketika PPCM salah atau terlambat terdiagnosis, konsekuensinya dapat berakibat fatal. Kami menyajikan sebuah kasus yang jarang terjadi ketika PPCM terlambat terdiagnosis namun mengalami pemulihan progresif dan terus menunjukkan perbaikan fungsi sistolik ventrikel kiri dalam waktu lima tahun.Seorang wanita berusia 23 tahun, P1A0, 8 minggu pospartum, diterima di Unit Gawat Darurat karena dispnea dan rasa lelah yang dirasakannya tiga hari setelah melahirkan. Seminggu sebelum melahirkan, pasien dirawat di rumah sakit karena batuk, proteinuria, dan edema pada anggota gerak tubuh bagian bawah. Pasien kemudian didiagnosis preeklampsia berat. Empat puluh delapan jam kemudian pasien melahirkan bayi perempuan dengan persalinan normal tanpa komplikasi setelah diinduksi dengan oksitosin dan diperbolehkan kembali ke rumah. Tiga hari setelah melahirkan, pasien mengeluhkan sesak napas dan rasa lelah. Pasien memeriksakan diri ke dokter umum yang menganggap bahwa gejala tersebut normal dialami setelah melahirkan. Dua bulan kemudian pasien melakukan pemeriksaan di klinik bersalin dan dirujuk kepada unit kardiologi dengan keluhan kelelahan, palpitasi, tidak bisa berbaring telentang, batas toleransi rendah terhadap kegiatan fisik, dan dispnea berat.Kardiomiopati peripartum adalah penyakit yang jarang ditemukan namun berpotensi fatal. Penyakit ini sulit terdiagnosis, terprognosis, dan diobati. Sering kali penyakit ini terlambat didiagnosis yang bisa mengindikasikan prognosis buruk. Meskipun demikian, ada kasus-kasus ketika tingkat keparahan awal disfungsi atau dilatasi ventrikel kiri belum tentu bisa memprediksi hasil jangka panjang.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
