Efek Akut Manuver Slow Deep Breathing terhadap Penderita Hipertensi Esensial Derajat 1 dan 2
Acute Effect of Slow Deep Breathing Maneuver on Patient with Essential Hypertension Stage 1 and 2
Abstrak
Latar Belakang: Hipertensi masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Manuver slow deep breathing merupakan tata laksana non-farmakologis dengan mekanisme kerja menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik dengan memodifikasi firing rate saraf simpatik dan parasimpastik.Metode: Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang. Yang menjadi sampel penelitian adalah penderita hipertensi derajat 1 dan 2 di rentang usia 40-55 tahun yang datang memeriksakan diri ke Puskesmas Balaraja. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode consecutive sampling.Hasil: Tekanan darah sistolik turun dari 148,04+5,82 mmHg menjadi 138,15+5,9 mmHg dengan p<0,05, dan tekanan darah diastolik turun dari 85+5,05 mmHg menjadi 78,47+5,46 mmHg. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara manuver dengan penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik, p=0,000, pada uji analisis T-Test.Kesimpulan: Berdasarkan data, manuver slow deep breathing ini dapat dijadikan terapi non-farmakologis bagi pasien. Karena efeknya akut, manuver ini bisa dipertimbangkan untuk keadaan krisis hipertensi namun diperlukan penelitian lebih lanjut pada populasi tersebut.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
