Sistem Skoring Diagnosis Fibrilasi Atrium pada Kasus Stroke Iskemik
Diagnostic Scoring System for Atrial Fibrillation in Ischemic Stroke
Abstrak
Pendahuluan. Fibrilasi Atrium (FA) merupakan aritmia tersering yang ditemukan pada praktik sehari-hari. Penderita FA mempunyai risiko stroke empat sampai lima kali lipat lebih besar dibandingkan populasi normal. Diagnosis FA kadang menjadi masalah khusus terutama pada FA yang bersifat paroksismal, padahal pasien dengan FA paroksismal tetap memiliki risiko stroke. Beberapa kasus stroke kriptogenik seringkali memiliki etiologi kardioembolik yang disebabkan oleh FA yang tidak terdeteksi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari suatu sistem skoring sederhana untuk mendeteksi kemungkinan adanya fibrilasi atrium pada kasus stroke iskemik, sehingga kejadian stroke berulang dapat dicegah.Metode. Penelitian ini merupakan studi diagnostik dengan desain potong lintang terhadap 173 pasien stroke iskemik yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Belitung atau RSUD Ruteng dalam rentang waktu Januari 2014-Agustus 2015. Data yang dikumpulkan berupa karateristik subjek, hipertensi, diabetes, obesitas, dislipidemia, merokok, gagal jantung kongestif, hipertiroid, konsumsi alkohol, penyakit katup, penyakit paru obstruktif kronik, riwayat infark miokard, riwayat stroke berulang, skor Modified National Institutes of Health Stroke Scale (mNIHSS), dan ukuran diameter atrium kiri. Dari data tersebut dilakukan analisis bivariat dilanjutkan analisis mutivariat menggunakan regresi logistik.Hasil. Analisis multivariat menunjukkan hubungan yang bermakna antara variabel hipertensi, diabetes, obesitas, gagal jantung kongestif, dilatasi atrium kiri, usia, dan skor mNHISS dengan fibrilasi atrium. Dari variabel tersebut dibuat suatu sistem skoring dengan maksimal skor 7. Skor 3 atau lebih sebagai titik potong memiliki sensitivitas 97,1% dan spesifisitas 54,3%. Nilai Area Under the Curve (AUC) dari sistem skoring ini adalah 88,9% (IK95% 83,1% - 94,7%).Simpulan. Sistem skoring pada penelitian ini menggunakan profil klinis dan ekokardiografi yang mudah untuk dikerjakan, sehingga, dapat digunakan sebagai alat diagnostik sederhana untuk menilai kemungkinan adanya FA pada pasien dengan stroke iskemik. Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk menilai parameter-parameter lain yang mungkin berhubungan dengan kejadian FA pada pasien stroke iskemik tersebut.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
