Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Pedoman Kepatuhan dalam Pengelolaan Pasien dengan stabil Angina/Non-STEMI tanpa PCI Prosedur (Registry Medis Dikelola)

Guideline Compliance in the Management of Patients with Unstable Angina/Non-STEMI without PCI Procedure (Medically Managed Registry)

Erwinanto, ErwinantoWidya, AngkeTaufik, NaharDiniharini, SriKaunang, DollySetiawati, Arini
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 02 Mei 2016
DOI10.30701/ijc.v35i4.493

Abstrak

Tujuan: Registri ini utamanya bertujuan melakukan dokumentasi terhadap pasien yang mendapatkan terapi antiplatelet dan implementasi pedoman tatalaksana klinis dari ACC/AHA bagi pasien angina tidak stabil/infark miokard tanpa elevasi segmen ST yang tidak menjalani terapi reperfusi di Indonesia (Medically Managed Registry). Tujuan tambahan adalah mengetahui tingkat risiko pasien berdasarkan Global Registry of Acute Coronary Events (GRACE) dan tingkat kematian selama perawatan di rumah sakit.Metodologi: Registri prospektif dan multi-senter dengan cakupan pasien yang telah terdiagnosis angina tidak stabil/infark miokard tanpa elevasi segmen ST yang tidak menjalani terapi reperfusi. Registri ini tidak merekomendasikan intervensi apapun. Data dicatat sesuai praktik dokter yang merawat.Hasil: Dari 18 rumah sakit di Indonesia, selama periode Desember 2009 sampai dengan Januari 2011, tercatat 467 pasien yang mempunyai kesesuaian dengan inklusi dan eksklusi, terdiri dari 246 pasien dengan angina tidak stabil dan 221 pasien dengan infark miokard tanpa elevasi segmen ST. Sebagian besar (63,9%) pasien mempunyai risiko rendah dan hanya 0,9% berisiko tinggi sesuai kriteria GRACE. Sebanyak 90,6% pasien mendapat terapi ASA dan 96,6% mendapat terapi clopidogrel saat dirawat di ruang gawat darurat. Terapi medikal yang diberikan selama perawatan rumah sakit adalah sebagai berikut: antikoagulan intravena (91,4%), antikoagulan oral (0,9%), preparat nitrat oral (82,7%), penyekat beta (60,8%), inhibitor ACE (49%), penyekat reseptor angiotensin (20,3%), calcium channel blocker (19,9%), statin (13,1%), dan obat lain sesuai komplikasi dan penyakit penyerta. Dari seluruh pasien, tercatat 3,2% meninggal selama perawatan rumah sakit. Terdapat 6,3% dari pasien dengan diagnosis infark miokard dan 0,4% dari pasien dengan diagnosis angina tidak stabil meninggal selama perawatan rumah sakit. Terapi antiplatelet yang diberikan saat meninggalkan rumah sakit adalah ASA (87,6%) dan clopidogrel (94,2%).Kesimpulan: Sebagian besar pasien mempunyai risiko rendah dan menengah berdasarkan kriteria GRACE. Sebagian besar pasien mendapatkan terapi antiplatelet yang dianjurkan oleh pedoman ACC/AHA. Registri ini mencatat sedikit pasien mendapatkan pengobatan seperti penyekat beta dan inhibitor ACE. Diperlukan usaha meningkatkan ketaatan menggunakan terapi medikal yang dianjurkan oleh pedoman tatalaksana pengobatan melalui pendidikan berkelanjutan.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Pedoman Kepatuhan dalam Pengelolaan Pasien dengan stabil Angina/Non-STEMI tanpa PCI Prosedur (Registry Medis Dikelola) | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora