Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Coronary CT Angiography untuk deteksi plak rapuh, sebagai bagian dari usaha pencegahan Sindrom Koroner Akut

Wicaksono, Sonny Hilal
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 031 Maret 2015
DOI10.30701/ijc.v35i1.376

Abstrak

Tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) untuk pasien sindrom koroner akut (SKA) dengan ST elevasi (STEMI=ST elevation myocardial infarction) telah berjasa banyak dalam menurunkan mortalitas. Namun kerusakan jaringan miokard pasca PPCI tetap terjadi, akibat iskemia yang telah berlangsung sebelum reperfusi berhasil, atau kerusakan jaringan miokard akibat cedera reperfusi. Hal tersebut menimbulkan konsekuensi morbiditas akibat SKA berupa gagal jantung. Sehingga dikhawatirkan bila SKA tidak dicegah, di masa yang akan datang akan timbul epidemi gagal jantung. Oleh sebab itu strategi pencegahan terjadinya SKA perlu menjadi pengetahuan dasar bagi seluruh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP) agar epidemi gagal jantung dapat dicegah.Strategi pencegahan SKA tetap memegang 5 prinsip:1. Health Promotion2. Primary Prevention3. Early Detection and Prompt Treatment4. Secondary Prevention5. RehabilitationPoin pertama dan kedua dilakukan langsung ke tengah masyarakat di luar klinik atau rumah sakit, mulai dari poin ke-tiga, yaitu deteksi dini, dilakukan dalam praktek klinik.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Coronary CT Angiography untuk deteksi plak rapuh, sebagai bagian dari usaha pencegahan Sindrom Koroner Akut | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora