Hubungan Inhibisi Agregrasi Platelet setelah Pemberian Eptifibatide dengan Kejadian Kardiovaskular Mayor pada Pasien Infark Miokard Akut Elevasi Segmen ST yang Menjalani Intervensi Koroner Perkutan Primer
Relation of Level of Platelet Inhibition after Eptifibatide with Major Cardiovascular Events in ST-Segment Elevation Acute Myocardial Infarction Undergoing Primary Percutaneous Coronary Intervention
Abstrak
Latar Belakang: Reaktivitas platelet yang tinggi terutama pada kondisi IMA-EST memerlukan antiplatelet untuk menginhibisi aktivasi dan agregrasi platelet sehingga mencegah kejadian trombosis lebih hebat. Eptifibatide, suatu penghambat Gp IIb/IIIa diberikan sebagai terapi tambahan pada terapi reperfusi IKPP. Reaktivitas platelet yang tetap tinggi ditemukan pada pasien-pasien yang mengalami kejadian aterotrombosis yang berulang,Tujuan: Menilai inhibisi agregrasi platelet sebagai respon terapi eptifibatide dan menilai adanya hubungan antara respon inhibisi agregrasi platelet terhadap KKM pada pasien IMA-EST yang menjalani IKPPMetode: Pasien IMA-EST yang diberikan eptifibatide dan dilakukan IKPP dilakukan pemeriksaan fungsi platelet pada menit ke-10 setelah bolus eptifibatide dengan alat Multiplate analizer. Pasien akan diikuti selama perawatan rumah sakit untuk melihat KKM.Hasil: Dari 99 subyek penelitian, sekitar 55% subyek merupakan non-responder. Didapatkan 18 pasien mengalami KKM, terbanyak adalah gagal jantung (8 orang), aritmia maligna (3 orang), angina berulang (2 orang), stroke (2 orang) dan reinfark, infeksi dan perdarahan mayor masing-masing 1 orang. 12 orang subyek yang mengalami KKM merupakan kelompok subyek non-responder dan 8 subyek berasal kelompok responder. Dari analisa statistik didapatkan bahwa respon inhibisi agregrasi platelet yang kurang yaitu pasien non-responder terhadap eptifibatide tidak meningkatkan risiko terjadinya KKM.Kesimpulan: Inhibisi agregrasi platelet yang kurang mencapai efek terapi (non-responder) didapatkan pada sebagian besar (55%) subyek penelitian. Tidak terdapat adanya perbedaan angka kejadian kardiovaskular mayor pada kelompok dengan tingkat inhibisi agregrasi platelet yang berbeda.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
