Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Sindroma Pre Eksitasi Asimtomatik: Ablasi Versus Konservatif

Munawar, Dian AndinaYuniadi, Yoga
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 025 Maret 2014
DOI10.30701/ijc.v34i3.341

Abstrak

Sindrom preeksitasi pada Wolff-Parkinson-White (WPW) bersifat sporadik dan familial. Prevalensi pada populasi diperkirakan sekitar 0,1-0,3%. Risiko terjadinya kematian jantung mendadak sekitar 0,25%. Gejala yang dialami pasien WPW terjadi karena adanya aritmia jantung, yang dapat mengancam jiwa. Pada individu dengan gambaran WPW yang asimtomatik, masih terdapat kontroversi mengenai tatalaksana yang tepat. Kateter ablasi merupakan terapi definitif terhadap adanya sindrom WPW, namun risiko komplikasi akibat tindakan hampir sama dengan risiko timbulnya kematian jantung mendadak pada WPW yang asimtomatik. Oleh karena itu, diperlukan suatu algoritma untuk menentukan tatalaksana yang tepat bagi pasienWPW yang asimtomatik.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Sindroma Pre Eksitasi Asimtomatik: Ablasi Versus Konservatif | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora