Interval Elektromekanikal Atrium Menggunakan Doppler Jaringan Sebagai Prediktor Kejadian Fibrilasi Atrium Pasca Operasi Bedah Pintas Arteri Koroner
Atrial Electromehanical Interval Using Tissue Doppler as Predictor of Atrial Fibrillation After Coronary Artery Bypass Grafting
Abstrak
Latar Belakang. Fibrilasi atrium (AF) adalah komplikasi aritmia yang paling sering ditemukan pada pasien yang menjalani operasi bedah pintas arteri koroner (BPAK). Insidensinya dilaporkan sangat bervariasi antara 20-50%. Walaupun diketahui sebagai gangguan yang bersifat sementara namun AF pasca operasi dapat mengancam jiwa serta dikaitkan juga dengan peningkatan angka kesakitan dan kematian yang bermakna. Sehingga diperlukan identifikasi terhadap faktor-faktor yang dapat menjadi prediktor terhadap kejadian AF pasca BPAK. Penelitian ini menilai interval elektromekanikal atrium menggunakan doppler jaringan dan dispersi interval elektromekanikal sebagai prediktor kejadian AF pasca BPAK.Metode. Seratus delapan pasien diambil secara konsekutif untuk studi case control ini, mulai bulan Mei hingga September 2012 dari antara pasien penyakit jantung koroner yang menjalani operasi BPAK di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta. Pasien-pasien ini menjalani pemeriksaan echokardiografi sebelum menjalani operasi BPAK. Dilakukan penilaian terhadap interval elektromekanikal dengan doppler jaringan pada lateral atrium kiri, septal dan lateral atrium kanan serta dispersi interval baik intra maupun interatrial. Pasien dimonitor selama perawatan terhadap kejadian AF.Hasil. Dalam studi kami, 27 dari 108 (25%) pasien mengalami AF pasca operasi BPAK. Setelah dilakukan analisis terdapat 3 parameter yang menjadi prediktor independen terhadap kejadian AF pasca BPAK yaitu interval elektromekanikal di lateral atrium kiri, indeks volume atrium kiri dan pemberian obat penyekat reseptor beta setelah operasi BPAK. Didapatkan perbedaan interval elektromekanikal di lateral atrial kiri yang bermakna pada pasien dengan AF pasca BPAK dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami AF (81,12±9,84 ms vs 64,43±13,53 ms, P=0.00). Pasien dengan AF mempunyai indeks volume atrium kiri yang lebih besar (37,31±9,50 ml/m2 vs 30,28±8,19 ml/m2, P=0.037) dan lebih banyak diberikan obat penyekat reseptor beta (20 (74,1%) vs 72(88,9%), P=0.026). Dispersi terhadap interval elektromekanikal baik intra maupun inter atrium tidak berbeda pada kedua kelompok.Kesimpulan. Interval elektromekanikal pada lateral atrium kiri dengan menggunakan doppler jaringan dapat digunakan sebagai prediktor terhadap kejadian AF pasca BPAK
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
