Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Merujuk Pasien STEMI: Kapan dan Kemana?

Referring STEMI Patient: When and Where?

Yuwono, Kurniawan Agung
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 017 November 2013
DOI10.30701/ijc.v33i3.315

Abstrak

Manajemen pasien yang datang ke UGD dengan STEMI meliputi pengenalan dini dan penegakan diagnosis, pengobatan rutin awal, dan terapi reperfusi.PCI primer telah ditetapkan sebagai strategi reperfusi yang dipilih bila pasien STEMI datang ke rumah sakit dengan fasilitas PCI.Namun hanya sedikit pasien STEMI yang dapat dilakukan terapi reperfusi de?nitif berupa PCI primer, karena jumlah rumah sakit dengan kemampuan reperfusi invasif masih sangat terbatas, termasuk di Indonesia.Karena waktu merupakan faktor penting dalam terapi reperfusi, dokter UGD di rumah sakit non-PCI harus memutuskan untuk menahan atau merujuk pasien ke rumah sakit dengan kemampuan reperfusi invasif. Maka pilihan terapi pasien STEMI yang datang ke rumah sakit tanpa fasilitas PCI adalah pemberian terapi ?brinolisis atau rujuk ke fasilitas PCI atau keduanya (strategi farmakoinvasif ).Dalam tinjauan kepustakaan ini, kami mencoba merangkum bukti-bukti sebagai bahan pertimbangan dalam memilih strategi reperfusi yang terbaik untuk pasien STEMI yang datang ke rumah sakit non-PCI.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Merujuk Pasien STEMI: Kapan dan Kemana? | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora