Kajian Rasio EPC dan Ce c Sebagai Prediktor Disfungsi Endotel pada Pasien dengan Kelompok Risiko Tinggi Berdasarkan Framingham Risk Score 10 Years
Ratio of EPC and CEC as Endotel Dysfunction Predictor in High Risk Group with Farmingham Risk Score 10 Years Category
Abstrak
Latar belakang. Circulating Endotelial Cells (CEC) merupakan refleksi dari kerusakan atau stress endotel yang biasa disebut sebagai kondisi disfungsi endotel. Peningkatan jumlah CEC tergantung dari mekanisme cidera endotel, kerusakan adesivitas endotel serta apoptosis seluler sebagai akibat dari penurunan fungsi sitoskleleton. Semakin besar paparan faktor resiko yang menyebabkan peningkatan jumlah CEC, maka VEGF dan mediator growth factor lainnya akan terekspresi sebagai manifestasi stress endotel dan berperan dalam peningkatan repopulasi dan diferensiasi Endotelial Progenitor Cells (EPC). Endotelial Progenitor Cells merupakan sel mononuklear (bagian dari stem sel) yang mampu berdiferensiasi menjadi endotel matur dan mempunyai peran reendotelialisasi dan neovaskularisasi.Tujuan. penelitian ini bermaksud mengkaji rasio EPC : CEC pada kelompok resiko dengan menggunakan pendekatan Framingham Risk Score (FRS) 10 years sebagai prediktor disfungsi endotel.Metode dan hasil penelitian. Terdapat 55 subyek penelitian yang dilakukan scoring dengan menggunakan FRS dan dikelompokkan menjadi kelompok resiko dan kelompok kontrol I (sehat) dan kelompok kontrol II (sakit) yang kesemua kelompok dilakukan pengambilan darah tepi untuk dilakukan analisa CEC dan EPC dengan tehnik flowcytometry. EPC dikaji dengan menggunakan marker CD34 Per CP Santa Cruz SC-19621 dan CD 133 FITC (fluorescein isothiocyanate) Bioss bs-0395R-FITCsedangkan untuk identifikasi CEC peneliti menggunakna marker CD45 FITC Biolegend 202205 dan CD 146 PE Biolegend 134704. Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan rasio EPC : CEC yang bermakna pada keenam kelompok yang dibuktikan dengan p-value 0.032< ? (0.05). Dan rasio tertinggi ada pada kelompok high risk (139.06).Kesimpulan. Studi ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah EPC seiring dengan peningkatan derajat kelompok resiko berdasarkan FRS 10 years, namun peningkatan jumlah EPC ini tidak diikuti dengan kemampuan EPC untuk homing pada area injury dalam melaksanakan perannya sebagai reendotelialisasi. Sehingga pada kajian ini jumlah EPC akan semakin meningkat justru pada kelompok resiko tinggi dibandingkan dengan kelompok resiko rendah.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
