Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Prediktor Kegagalan Intervensi Koroner Perkutan pada Oklusi Total Koroner Kronik di Pusat Jantung Nasional, Indonesia

Predictors of Failure of Percutaneous Coronary Intervention in Patients with Chronic Total Coronary Occlusion at National Cardiovascular Center Indonesia

Gumiwang, IMunawar, MuhammadKaligis, RWM
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 05 Januari 2007
DOI10.30701/ijc.v28i1.266

Abstrak

Latar Belakang. Intervensi koroner perkutan (Percutaneous Coronary Intervention = PCI)pada subgrup oklusi total koroner kronik (chronic total coronary occlusion = CTO)sering dihubungkan dengan tingkat kegagalan prosedur dan angka komplikasi yang relatif lebih tinggi dibanding angioplasti koroner secara umum. Penyempurnaan tehnik dan peralatan serta seleksi pasien terus dilakukan, dalam upaya mencapai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Mengetahui prediktor kegagalan PCI pada CTO merupakan langkah penting dalam proses seleksi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mencari variabel prediktor kegagalan PCI pada CTO.Subyek dan metoda. Dilakukan studi retrospektif cross sectionalpada 78 kasus CTO yang menjalani PCI di Pusat Jantung Nasional - Harapan Kita, Jakarta dalam periode satu tahun (2005). Subyek penelitian diperoleh setelah melewati seleksi pada 1205 pasien CTO dari total 3654 pasien PCI selama periode tersebut. Subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan keberhasilan atau kegagalan tindakan. Ditetapkan 25 variabel yaitu 12 variabel klinis (umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, diabetes melitus, hipertensi, riwayat infark, riwayat bedah pintas koroner, umur oklusi >1 tahun, angina berat dan disfungsi ventrikel kiri) dan 13 variabel angiografik (true CTO, lokasi lesi, lesi ostial, kalsifikasi, tortousity, abrupt type, side branch type, bridging collateral, diffuse disease, diameter < 3mm, panjang > 15 mm, lesi multipel dan multivessel disease),untuk dinilai perannya terhadap kegagalan PCI. Dalam penilaian dipakai uji univariat dan uji multivariat logistic regression. Hasil. Mayoritas kasus adalah pria dengan rerata umur 55 tahun. Keberhasilan prosedur dicapai pada 57 kasus (73%), dengan komplikasi pada 1 kasus (1%). Pada uji univariat, didapat prediktor adanya kalsifikasi yang signifikan berbeda (OR 3,28. p 0,04. 95% CI 1.05-10,18). Melalui uji multivariat terhadap 7 prediktor yang terseleksi lewat uji univariat didapat 2 prediktor kegagalan PCI, yaitu multivessel disease(OR 7,1. p 0,07 .95%CI 0,85-59,21) dan diffuse disease (OR 2,7. p 0,06 .95%CI 0,93-8,08). Kesimpulan. Multivessel diseasedan diffuse diseasemerupakan dua variabel prediktor kegagalan PCI pada seri pasien CTO tahun 2005. Kesuksesan PCI dicapai pada 73% pasien dengan angka komplikasi 1%.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Prediktor Kegagalan Intervensi Koroner Perkutan pada Oklusi Total Koroner Kronik di Pusat Jantung Nasional, Indonesia | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora