Distorsi Terminal Komplek QRS pada Infark Miokard Akut Inferior sebagai prediktor kejadian High-degree AV Block
Terminal QRS Distortion in Inferior Acute Myocardial Infarction Predicts High-degree Atrioventricular Block
Abstrak
Latar belakang. Elevasi ST pada infark miokard akut (IMA) dapat memprediksi: ukuran infark, respons terapi reperfusi, dan prognosis pasien. Telah pula dibuktikan bahwa adanya distorsi QRS awal, berhubungan dengan tingginya angka kejadian high-degree AV block. Walaupun sebagian besar bersifat transien, high-degree AV blockberhubungan dengan peningkatan angka kematian selama perawatan di rumah sakit, juga pada pasien yang mendapat terapi trombolitik. Distorsi terminal komplek QRS pada IMA inferior adalah J-point dibandingkan dengan tingginya gelombang R > 0,5 pada dua atau lebih sadapan inferior (II, III, aVF). Beberapa penelitian membuktikan adanya perbedaan bermakna dalam amplitudo elektrokardiogram pada beberapa kelompok etnik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara distorsi terminal komplek QRS awal dengan kejadian high-degree AV blockpada pasien-pasien kami dengan infark miokard akut inferior yang mendapat terapi trombolitik.Metode dan hasil. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional terhadap pasien IMA inferior yang mendapat terapi trombolitik pada suatu periode di Pusat Jantung Nasional - Harapan Kita, Jakarta. Pasien dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu dengan distorsi QRS dan tanpa distorsi QRS. Hubungan antara dua variabel dinilai dengan uji t dan chi-square, serta analisis multivariat dengan logistic regression. Terdapat 186 subyek penelitian dengan rentang umur 37-72 tahun, lebih banyak laki-laki (89%), meliputi 93 pasien dengan distorsi QRS dan 93 pasien tanpa distorsi QRS. Tidak ada perbedaan pada data dasar karakteristik klinis dari kedua kelompok. Dari analisis univariat, kelompok dengan distorsi QRS memiliki jumlah deviasi segmen ST yang lebih tinggi (9,61±3,67 vs 7,76±3,53, p=0,001), dan mengalami kegagalan terapi trombolitik yang lebih sering (74,2% vs 60,2%, p=0,042). Pada analisis multivariat, didapatkan hubungan bermakna antara distorsi QRS dengan high-degree AV block(OR 2,5; 95% CI 1,04-6,01; p=0,04) dan umumnya terjadi saat perawatan di rumah sakit.Kesimpulan. Akut inferior yang mendapat terapi trombolitik, mempunyai risiko high-degree AV blocklebih besar dibanding tanpa distorsi terminal komplek QRS.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
