Kadar Ischemia Modified Albumin pada pasien Angina Pektoris Stabil yang menjalani Percutaneous Coronary Intervention
Ischemia Modified Albumin levels in patients with Stable Angina Pectoris who underwent Percutaneous Coronary Intervention
Abstrak
Latar belakang. Ischemia Modified Albumin (IMA) adalah petanda biokimiawi untuk kejadian iskemia miokard, yang bisa dideteksi dalam se-rum penderita lebih awal dari enzim atau petanda nekrosis miokard. Pada Percutaneous Coronary Intervention (PCI) terjadi iskemia miokard akibat oklusi temporer arteri koroner, sehingga kadar IMA meningkat. Studi ini untuk melihat apakah pada penderita angina pektoris stabil (APS) yang menjalani PCI peningkatan kadar IMA berkaitan dengan variabel PCI, seperti: jumlah, durasi, dan tekanan inflasi balon.Metode dan hasil.Diteliti 23 pasien yang terdiri dari 21 laki-laki dan 2 perempuan (usia 41- 80 tahun) dengan APS yang menjalani PCI. Subyek diambil secara konsekutif antara bulan Maret sampai April 2006. Sampel darah diambil 10 menit sebelum PCI dan 10 menit setelah inflasi balon terakhir, untuk diperiksa kadar IMA. Hasil kadar IMA meningkat secara bermakna dari 95.26+8.44 U/mL sebelum PCI menjadi 135.07+18.80 U/mL pasca PCI (p<0.0001). Semua subyek dilakukan pemasangan stent koroner, kecuali pada 2 kasus yang hanya dilakukan angioplasti saja. Terdapat korelasi positip antara peningkatan kadar IMA dengan jumlah inflasi balon (r=0.59; p=0.003), tekanan inflasi total (r=0.48; p=0.02) dan durasi inflasi total (r=0.48; p=0.02).Kesimpulan.Terjadi peningkatan bermakna kadar Ischemia Modified Al-bumin pasca prosedur dibandingkan sebelum prosedur PCI. Terdapat korelasi positip antara jumlah, durasi total dan tekanan total inflasi dengan peningkatan kadar IMA.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
