Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Nilai Prediktif Distorsi QRS pada Infark Miokard Akut Anterior

Predictive Value of Terminal QRS Distortion in Anterior Wall Acute Myocardial Infarction

Setianto, BudhiHaryono, Nur
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 020 Juni 2013
DOI10.30701/ijc.v28i3.242

Abstrak

Latar Belakang.Gambaran elektrokardiogram (EKG) awal pasien sindroma koroner akut khususnya infark miokard dengan ST elevasi (STEMI), dapat memprediksi luasnya infark dan respons terhadap terapi reperfusi, serta prognosis jangka panjang. Gambaran EKG pada STEMI khususnya infark miokard akut (IMA) anterior, dapat disertai distorsi terminal komplek QRS positif dan tanpa distorsi QRS. Distorsi terminal komplek QRS adalah emergence J point= 50% dari gelombang R pada sandapan dengan konfigurasi qR (I, aVL, V4-V6) atau tidak munculnya gelombang S pada sandapan dengan konfigurasi Rs (V1-V3) pada 2 sandapan berdekatan. Ternyata, pasien STEMI dengan distorsi QRS mempunyai infark yang luas, angka kematian yang tinggi, fraksi ejeksi yang rendah, serta perawatan yang lama dan berulang.Metode dan hasil.Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif-kohort terhadap pasien IMA anterior yang mendapat terapi trombolitik periode Januari 2003 sampai September 2004 yang dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu masing-masing 30 orang dengan distorsi QRS dan tanpa distorsi QRS. Hubungan antara 2 variabel dinilai dengan uji t dan chi-square serta Mann Whitney. Subyek penelitian ini berumur antara 40 – 69 tahun. Jenis kelamin terutama adalah laki-laki. Tidak terdapat perbedaan data dasar karakteristik klinis antara kedua kelompok, sehingga keduanya adalah seimbang. Data laboratorium yang berbeda bermakna antara kelompok distorsi QRS dengan kelompok tanpa distorsi adalah kadar LDL kolesterol (162.30 ± 30.89 mg/dL vs 141.70 ± 35.22 mg/dL; p= 0.019). Respon terhadap terapi trombolitik ternyata pada kelompok distorsi QRS lebih banyak yang gagal dibanding kelompok tanpa distorsi QRS (70% vs 23.3%; p=0.003). Selanjutnya, secara statistik terbukti bahwa, kejadian aritmia, fraksi ejeksi yang rendah dan seringnya perawatan ulangan akibat gagal jantung kongestif, lebih besar pada kelompok dengan distorsi QRS.Kesimpulan.Gambaran elektrokardiogram awal berupa distorsi QRS (+) pada pasien STEMI khususnya IMA anterior adalah lebih berat dibanding tanpa distorsi QRS

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Nilai Prediktif Distorsi QRS pada Infark Miokard Akut Anterior | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora