Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Sensitivitas Barorefleks pada Penderita Penyakit Jantung Koroner yang Menjalani Intervensi Koroner Perkutan

Baroreflex Sensitivity in Patients with Coronary Artery Disease Who Underwent Percuteous Coronary Intervention

Tjahjono, Cholid TriMunawar, MuhammadKaligis, RWMIdham, Idris
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 019 Juni 2013
DOI10.30701/ijc.v28i6.207

Abstrak

Latar belakang. Gangguan fungsi saraf otonom memberi kontribusi yang bermakna atas kejadian aritmia ventrikular dan mati mendadak pada penderita penyakit jantung koroner. Revaskularisasi, misalnya dengan intervensi koroner perkutan (Percutaneous Translumanal Coronary Angioplasty, PTCA), bertujuan untuk memperbaiki perfusi miokard. Disamping itu tindakan revaskularisasi diharapkan dapat memperbaiki disfungsi saraf otonom. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sensitivitas barorefleks pada penderita PJK yang menjalani intervensi koroner perkutan.Metode. Sensitivitas barorefleks diukur dengan memberikan nitrogliserin 300 mikrogram pada pasen-pasen PJK yang menjalani intervensi koroner perkutan sebelum tindakan (pra-PTCA) dan segera sesudah tindakan intervensi koroner perkutan (paska-PTCA). Perubahan tekanan darah sistolik dan interval RR dicatat selama lebih kurang 30 denyut setelah pemberian nitrogliserin.Garis regresi linear antara penurunan tekanan darah dan perubahan interval RR dicatat sebagai hasil pengukuran sensitivitas barorefleks (SBR) dengan satuan mili detik/mmHg (mdet/mmHg).Hasil. Jumlah subyek yang ikut dalam penelitian ini sebanyak 19 orang. Usia rerata sampel penelitian 57,5+9,3 tahun. Sembilan orang (45%) adalah laki-laki. Faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah dislipidemia (55%), merokok (45%), hipertensi (40%). Nilai rerata SBR pra-PTCA 2,51+3,23 mdet/mmHg, SBR paska-PTCA 1,96+1,61 ms/mmHg (p=0,412). Analisis multivariat dengan regresi logistik ditemukan bahwa obat nitrat memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan SBR (p=0,023; CI 95% 1,496-216,62;OR 18,00).Kesimpulan. Sensitivitas barorefleks pada penderita penyakit jantung koroner mengalami penurunan, segera setelah tindakan revaskularisasi dengan intervensi koroner perkutan. Obat golongan nitrat dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap sensitivitas barorefleks.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Sensitivitas Barorefleks pada Penderita Penyakit Jantung Koroner yang Menjalani Intervensi Koroner Perkutan | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora