Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Hubungan Antara Job Strain Dengan Terjadinya Infark Miokard Pada Pasien Pusat Jantung Nasional

Relationship Between Job Strain and Myocardial Infarction in The National Cardiovascular Center Patients

Melati, RimaBasuki, EndangSetianto, Budhi
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 019 Juni 2013
DOI10.30701/ijc.v29i1.197

Abstrak

Latar belakang. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang sangat menakutkan dan masih menjadi masalah baik di negara maju maupun negara berkembang. Prevalensi infark miokard juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini selain disebabkan oleh faktor risiko konvensional, juga dipengaruhi oleh faktor pekerjaan. Upaya pengendalian baru ditujukan pada faktor-faktor risiko konvensional yang sudah diketahui jelas pengaruhnya, sedangkan faktor pekerjaan yang menimbulkan job strain masih belum diperhatikan, padahal job straindapat menimbulkan stres kerja yang akan berdampak pada terjadinya infark miokard. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara job straindan faktor risiko lainnya dengan terjadinya infark miokard pada pekerja.Metode. Desain penelitian ini adalah kasus – kontrol berpadanan 1 : 1 menurut umur. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner data umum yang meliputi karakteristik demografi, faktor risiko konvensional, karakteristik pekerjaan, dan kuesioner demand – control(JCQ) untuk mengukur job strain.Hasil. Job strain, merokok dan dislipidemia secara bersama-sama merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan infark miokard. Job strainmeningkatkan risiko infark miokard 6,8 kali lipat (Adj OR 6,80, 95% CI: 2,72 ; 16,98, p = 0,000). Perokok ringan berisiko 15 kali lipat terhadap terjadinya infark miokard (Adj OR 14,97, 95% CI: 3,17 ; 70,74, p = 0,001), perokok sedang berisiko 7,7 kali lipat terhadap terjadinya infark miokard (Adj OR 7,72, 95% CI: 2,73 ; 21,84, p = 0,000), dan perokok berat berisiko 26 kali lipat terhadap terjadinya infark miokard (Adj OR 25,61, 95% CI: 5,25 ; 124,88, p = 0,000). Dislipidemia meningkatkan risiko infark miokard 2,8 kali lipat (Adj OR 2,82, 95% CI: 1,07 ; 7,44, p = 0,035). Komponen job strain yang meningkatkan risiko infark miokard adalah job demandsyang tinggi (Adj OR 2,44, 95% CI: 1,02 ; 5,85, p = 0,046).Kesimpulan. Job strain, merokok dan dislipidemia secara bersama-sama berhubungan dengan kejadian infark miokard.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Hubungan Antara Job Strain Dengan Terjadinya Infark Miokard Pada Pasien Pusat Jantung Nasional | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora