Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Hubungan Durasi QRS Awal Dengan Derajat Reperfusi Miokard Setelah Angioplasti Koroner Perkutan Primer

Relation between Initial QRS Duration with Myocardial Reperfusion after Primary PCI

Ketaren, Andre PHarimurti, Ganesja MSunu, Ismoyo
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 018 Juni 2013
DOI10.30701/ijc.v30i1.173

Abstrak

Latar Belakang. Terapi reperfusi pada infark miokard akut bertujuan untuk memperoleh reperfusi miokard yang segera dan menetap. Namun walaupun TIMI flow3 tercapai, sebagian pasien memiliki reperfusi yang tidak optimal pada jaringan miokard. Durasi QRS awal telah ditunjukkan sebagai prediktor reperfusi miokard setelah terapi fibrinolitik, namun sampai saat ini belum ada data yang menunjukkan hubungan antara durasi QRS awal dengan reperfusi miokard setelah angioplasti primer.Metode.Penelitian kasus kontrol dilakukan untuk menilai hubungan antara durasi QRS awal dengan reperfusi miokard setelah angioplasti primer. Reperfusi miokard dinilai dengan myocardial blush grade(MBG), dan dikelompokkan menjadi reperfusi optimal (MBG 0-1) dan reperfusi tidak optimal (MBG 2-3).Hasil.Ditemukan 41 pasien yang memenuhi kriteria penelitian; 31 memiliki reperfusi yang optimal dan 10 reperfusi tidak optimal. Kelompok reperfusi tidak optimal memiliki durasi QRS awal yang lebih panjang (103 +14 vs 91 +12 milidetik; p = 0,013) dan usia yang lebih tua (63,9 +12,2 vs 53,7 +10,3 tahun, p = 0,023). Kedua kelompok memiliki karakteristik yang sama dalam hal jenis kelamin, diabetes, hipertensi, dislipidemia, status merokok, pain-to-door time, pain-to-balloon time, lokasi infarct-related artery, dan TIMI flow. Analisa multivariat menunjukkan bahwa durasi QRS yang lebih panjang berhubungan dengan reperfusi yang tidak optimal setelah angioplasti primer (OR: 21.7, p = 0.014). Durasi QRS awal lebih dari 105 milidetik memiliki sensitivitas 84% dan spesifisitas 62% untuk memprediksi reperfusi yang tidak optimal setelah angioplasti primer.Kesimpulan. Durasi QRS awal yang lebih panjang dapat menjadi prediktor dari reperfusi miokard yang tidak optimal setelah angioplasti primer. Pasien STEMI dengan durasi QRS awal yang lebih panjang atau sama dengan 105 milidetik mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya reperfusi yang tidak optimal setelah angioplasti primer.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Hubungan Durasi QRS Awal Dengan Derajat Reperfusi Miokard Setelah Angioplasti Koroner Perkutan Primer | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora