Implantasi hibrid alat terapi resinkronisasi jantung
Hybrid implantation of Cardiac resynchronization therapy device
Abstrak
Beberapa uji klinis baru-baru ini telah membuktikan keuntungan klinis dan fungsional dari terapi resinkronisasi jantung (cardiac resynchronization therapy, CRT)dengan pemacuan biventrikel pada pasien-pasien dengan gagal jantung berat dan gangguan konduksi intraventrikel, terutama left bundle branch block (LBBB). Bagaimanapun, pemasangan lead ventrikel kiri transvena dari alat CRT mengalami kegagalan pada 5-10% pasien dan sekitar 20% gagal berespon. Untuk kelompok pasien seperti ini, pemasangan lead ventrikel kiri secara epikardial dapat merupakan salah satu alternatif. Seorang laki-laki usia 75 tahun didiagnosis sebagai kardiomiopati dilatasi non iskemik dengan kelas fungsional NYHA III-IV yang memenuhi kriteria inisiasi : durasi QRS>120 ms, dan fraksi ejeksi rendah (=35%) dengan gejala yang memberat walaupun telah diterapi selama 1 tahun. Dilakukan pendekatan hibrid pemasangan lead LV dengan mini torakostomi dan implantasi konvensional transvena dari lead RA dan RV karena sinus koronarius terlalu kecil sehingga tidak dapat diakses secara transvena walaupun telah dilakukan angioplasti. Pasien berespon cukup baik terhadap CRT dan dipulangkan.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
