Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Biomarker pada Infark Miokard Akut: Diperlukan yang lebih Dini

Adiarto, Suko
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 012 Juni 2013
DOI10.30701/ijc.v32i4.81

Abstrak

Paling tidak dalam 4 dekade terakhir, Infark Miokard Akut (IMA) masih menempati urutan pertama dalam daftar penyakit penyebab kematian di seluruh dunia. Secara historis, terdapat kemajuan yang sangat pesat dalam penatalaksanaan penyakit ini, baik dalam segi diagnostik, terapi medikamentosa, maupun tindakan revaskularisasi. Khususnya di bidang diagnostik, penggunaan 3 kriteria WHO yang meliputi nyeri dada tipikal, perubahan EKG dan meningkatnya biomarker (enzim) yang spesifik sangat membantu meningkatkan akurasi diagnostik IMA secara signifikan. Bandingkan, pada tahun 1940­1950 hanya sekitar 15 persen penderita yang dirawat di ICCU dengan dugaan ternyata benar­benar mengalami IMA.Kemajuan di bidang diagnostik juga diikuti oleh kemajuan yang sangat pesat dalam penata laksanaan IMA, dimana fokus utama tatalaksana IMA telah bergeser dari limitasi luasnya infark dengan cara menurunkan kebutuhan oksigen miokard menjadi terapi reperfusi, baik dengan cara farmakologi (fibrinolitik) maupun secara mekanik (Primary PCI)

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Biomarker pada Infark Miokard Akut: Diperlukan yang lebih Dini | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora