Kajian Efikasi dan Keamanan Terapi Antikoagulan Baru pada Pasien Deep Vein Thrombosis
Review on Efficacy and Safety of Newer Oral Anticoagulants for Deep Vein Thrombosis Patient
Abstrak
Latar Belakang. Terapi dengan warfarin selama ini telah menjadi salah satu standar pada pasien dengan deep vein thrombosis. Namun penggunaan warfarin kerap menyulitkan karena membutuhkan pemantauan yang ketat, dan berinteraksi dengan beberapa jenis obat dan makanan. Dua antikoagulan oral baru saat ini telah dipertimbangkan untuk menggantikan fungsi warfarin. Namun apakah penggunaannya akan lebih efektif dan aman daripada warfarin?Tujuan. Mengetahui bagaimanakah efikasi dan keamanan terapi dengan antikoagulan oral baru : dabigatran dan rivaroxaban pada pasien deep vein thrombosis.Metode dan Hasil. Artikel yang relevan dicari dari database Pubmed dan Proquest. Hanya publikasi lima tahun terkhir yang dimasukkan dalam penelitian ini. Studi RECOVER menunjukkan noninferioriti dabigatran dibanding warfarin pada terapi DVT. Tingkat rekurensi DVT dan kematian terkait sebesar 2.4% vs. 2.1% masingmasing pada dabigatran dan warfarin (HR=1,10 CI 95% = 0,651,84). Kejadian perdarahan lebih rendah pada kelompok dabigatran yaitu 5.6% vs. 8.8% (HR = 0,63 CI95% = 0,47 0,84; RRR =29%, p = 0,0002). Pada studi EINSTEIN, kejadian rekurensi DVT dan kematian terkait adalah 2.1% vs. 3% masingmasing untuk kelompok rivaroxaban dan warfarin (HR=0,68 CI 95%= 0,441,04). Kejadian perdarahan total adalah 7.3% vs. 7% dan perdarahan mayor 0.8% vs. 1.2% masingmasing pada rivaroxaban dan warfarin.Kesimpulan. Dabigatran dan rivaroxaban noninferior terhadap warfarin untuk terapi DVT. Terdapat penurunan kejadian perdarahan dengan pemakaian antikoagulan oral baru dibanding warfarin.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Indonesian Journal of CardiologyArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
