Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Low Cardiac Output Syndrome pada Anak Pasca Operasi Jantung Terbuka

Low Cardiac Output Syndrome in Children After Open Heart Surgery In National Cardiovascular Center – Indonesia Predictor and Clinical Result

Busro, PWMarwali, EMBudiwardhana, NKoto, CGRoebiono, PSRahajoe, AUHarimurti, GMFakhri, DRahmat, J
Indonesian Journal of Cardiology (Sinta 2)Vol. 0 No. 03 Januari 2007
DOI10.30701/ijc.v28i1.17

Abstrak

Latar Belakang. Curah jantung rendah didefinisikan sebagai keadaan perfusi yang buruk akibat disfungsi miokard. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pasien-pasien yang berisiko akan mengalami sindroma curah jantung rendah pada pasien pediatrik setelah operasi jantung terbuka.Metode dan hasil. Karakteristik pasien yang diduga sebagai prediktor terjadinya curah jantung rendah diidentifikasi dari 472 pasien pediatrik yang menjalani operasi jantung terbuka di Pusat Jantung Nasional-Harapan Kita, antara 1 Januari 2005 dan 31 Desember 2005. Prevalensi curah jantung rendah terjadi pada 15.43 % ( n=73) kasus. Dengan menggunakan analisisregresi logistik diidentifikasi delapan prediktor independen yang mempengaruhi terjadinya sindroma curah jantung rendah, beserta odd ra-tio masing-masing predictor, yaitu: (1) lesi residual (odd ratio 141.98); (2) skor kompleksitas (odd ratio 1.74); (3) durasi pemakaian mesin cardiopul-monary bypass(CPB) (odd ratio 1.01); (4) perawatan intensipf (ICU) pra-bedah (odd ratio 8.51); (5) gagal jantung kongestif pra-bedah (odd ratio 3.14); (6) perdarahan (odd ratio 24.88); (7) aritmia (odd ratio 4.78); dan (8) hipertensi pulmonal (odd ratio 3.75). Tingkat mortalitas operasi pada pasien-pasien dengan sindroma curah jantung rendah lebih tinggi (39.72 % versus 0.75 %, p < 0,001). Skor dasar kompleksitas rata-rata 6.25 dengan tingkat mortalitas 6.76, dan performans 5.83. Kesimpulan. Dibandingkan dengan data dari STS dan EACTS, performans di Pusat Jantung Nasional-Harapan Kita masih rendah. Sindroma curah jantung rendah menyebabkan waktu intubasi, perawatan intensif dan masa perawatan rumah sakit lebih lama. Terdapat delapan prediktor independen yang dapat digunakan untuk meramalkan kemungkinan terjadinya sindroma curah jantung rendah pada pasien pediatrik pasca operasi jantung terbuka. Pasien-pasien yang berisiko tinggi mengalami curah jantung rendah, harus dipantau lebih intensif untuk mencegah terjadinya hal ini.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Indonesian Journal of Cardiology

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Low Cardiac Output Syndrome pada Anak Pasca Operasi Jantung Terbuka | Indonesian Journal of Cardiology | Publiora