Coexistence of DVB-T2 and 5G in The Low-Band Frequency: Performance Analysis Using SEAMCAT Simulator
Abstrak
Perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia mendorong meningkatnya permintaan terhadap layanan data berkecepatan tinggi, salah satunya melalui implementasi jaringan 5G. Pemerintah Indonesia telah menetapkan penggunaan pita frekuensi low band 700 MHz, yang letaknya berdekatan dengan frekuensi layanan televisi digital DVB-T2, yaitu pada rentang 478–694 MHz. Kondisi ini berpotensi menimbulkan interferensi antar sistem. Penelitian ini menganalisis probabilitas interferensi antara layanan 5G dan DVB-T2 menggunakan SEAMCAT berdasarkan metode Monte Carlo (MC) dengan model propagasi Okumura-Hata. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin jauh jarak antara pemancar 5G dan penerima DVB-T2, maka probabilitas interferensi cenderung menurun. Pada daya pancar 30 dBm, diperlukan jarak minimum 10 km untuk menurunkan probabilitas interferensi hingga 1%. Selain itu, semakin tinggi daya pancar, semakin besar pula risiko interferensi, terutama pada jarak yang dekat. Oleh karena itu, strategi manajemen frekuensi dan penentuan tingkat daya pancar yang tepat perlu diterapkan guna mengoptimalkan implementasi jaringan 5G tanpa mengganggu layanan DVB-T2, khususnya di wilayah dengan kepadatan pemancar yang tinggi.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka JURNAL INFOTELArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
