Perancangan Cakupan Area Long Term Evolution (LTE) Di Daerah Banyumas
Abstrak
Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat di seluruh bidang teknologi tak terkecuali dengan teknologi telekomunikasi. Semakin banyak pula fasilitas yang ditawarkan, contohnya adalah perkembangan telekomunikasi untuk layanan voice, data maupun video. Tentunya penawaran tersebut harus ditunjang oleh teknologi yang mampu menopangnya, yaitu dengan kemampuan memiliki kecepatan transfer data rate yang tinggi. Salah satu teknologi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut adalah teknologi LTE. LTE sendiri dikembangkan dari teknologi Global System for Mobile (GSM) dan Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) dan merupakan teknologi yang memiliki kecepatan data rate hingga 100 Mbps untuk arah downlink dan 50 Mbps untuk arah uplink. Karena pemerataan kemajuan teknologi di berbagai daerah termasuk daerah Banyumas, maka diperlukan sebuah penerapan teknologi LTE di daerah tersebut. Penerapan ini tidak akan berjalan tanpa adanya perencanaan yang baik mengenai suatu jaringan LTE untuk dapat mencakup seluruh area Banyumas. Agar penerapan LTE di daerah Banyumas dapat optimal maka diperlukan perancangan cakupan area LTE, link budget dan jumlah eNode B yang dibutuhkan. Dengan menggunakan modulasi QPSK dan coding rate ½ menghasilkan nilai kapasitas trafik sebesar 3.344,096 kbps/km2. Jumlah eNode B yang dapat mencakup seluruh area Banyumas adalah sebanyak 59 eNode B. Pengaruh besar nilai coding rate terhadap MAPL yaitu semakin besar nilai coding rate maka menghasilkan nilai MAPL yang semakin kecil dan jumlah eNode B yang semakin banyak
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka JURNAL INFOTELArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
