Penyuluhan Bahaya Hiperurisemia dan Pemanfaatan Jamu Herbal Songgak bagi Penderita Hypeurisemia di Tanjung Karang Mataram Nusa Tenggara Barat
Abstrak
Skrining penyakit tidak menular (PTM) seperti hiperurisemia memerlukan partisipasi berbagai pihak. Namun, masyarakat sering enggan melakukan skrining, meski data Puskesmas Tanjung Karang tahun 2021 menunjukkan hiperurisemia sebagai salah satu dari tiga penyakit terbanyak. Masyarakat cenderung mengandalkan obat-obatan untuk terapi gout, meskipun terapi non-farmakologi juga efektif. Penelitian tahun 2021 menunjukkan herbal tradisional Sasak, songgak, dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus, dan penelitian 2022 membuktikan efektivitasnya dalam menurunkan kadar asam urat darah tikus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengendalikan kadar asam urat penderita hiperurisemia dengan songgak. Dari 30 peserta, 25 mengalami penurunan kadar asam urat dari rata-rata 8,98 mg/dL menjadi 6,52 mg/dL. Lima peserta tidak melanjutkan konsumsi karena alasan kesehatan. Mahasiswa berperan aktif dalam pelaksanaan dan evaluasi kegiatan, sekaligus mempromosikan songgak sebagai jamu herbal tradisional Lombok, mendukung upaya prioritas Kementerian Kesehatan dalam pengendalian PTM.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Indonesia MengabdiArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
