Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

PERBEDAAN TINGKAT NYERI HAID (DYSMENORRHOEA) SEBELUM DAN SESUDAH SENAM DYSMENORRHOEA

Siagian, DesiYuniastini, YuniastiniSunarsih, Sunarsih
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik (Sinta 4)Vol. 0 No. 015 September 2017
DOI10.26630/jkep.v11i1.530

Abstrak

Dysmenorrhoea adalah nyeri saat haid yang terasa di perut bagian bawah dan muncul sebelum, selama atau setelah menstruasi.Nyeri dapat bersifat kolik atau terus menerus. Di Indonesia angka kejadian dysmenorrhoea sebesar 64,25%. Sedangkan di Lampung sebanyak 58,2% mengalami dysmenorrhoea Dari data yang didapat hampir 90% aktifitasnya terganggu karena dysmenorrhoea seperti sulit berkonsenterasi dan absen dari mata pelajaran akibat nyeri hebat.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri haid (dysmenorrhoea) sebelum dan sesudah senam pada mahasiswi tingkat 1 Prodi D III Keperawatan di Asrama Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang tahun 2014.Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen (one group pre test-post test design) dengan sampel sebanyak 52 orang. Hasil penelitian menunjukan penurunan skala nyeri haid setelah senam dysmenorrhoea dan hasil bivariat dengan Wilcoxon Test didapat nilai p value = 0,000 hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengukuran pertama (sebelum dilakukan senam) dan kedua (sesudah dilakukan senam).Hasil penelitian menyarankan mahasiswi yang memgalami nyeri haid rutin melakukan senam dysmenorrhoea agar terhindar dari nyeri haid.

Kata Kunci

DysmenorrhoeaRemajaSenam Dysmenorrhoea

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

PERBEDAAN TINGKAT NYERI HAID (DYSMENORRHOEA) SEBELUM DAN SESUDAH SENAM DYSMENORRHOEA | Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik | Publiora