Analisis Dukungan Sosial untuk Anak Pekerja Migran Indonesia dengan Convoy Model
Social Support for Left-behind Children of Indonesian Migrant Workers: An Analysis Using the Convoy Model of Social Relations
Abstrak
ABSTRAK UU no.18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) secara tegas menyatakan bahwa perlindungan selama PMI berkerja tidak hanya terhadap PMI namun juga kepada keluarga yang ditinggalkan. Akan tetapi sejauh ini belum banyak dukungan yang diberikan kepada anak-anak PMI selama proses migrasi orang tua berlangsung. Sehingga banyak dapak negatif yang terhadi terhadap anak-anak tersebut. Oleh karena itu, tulisan mencoba untuk melihat dari perspektif anak PMI dukungan soial apa yang mereka butuhkan menggunakan convoy model. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap 100 anak PMI di Indramayu. Responden dikumpulan melalui purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak PMI banyak mendapatkan dukungan sosial dari teman sebaya di susul ibu dan nenek. Dukungan sosial dari pemerintah, LSM, dan organisasi keagamaan juga dibutuhkan, namun mereka tidak tahu jika bisa meminta dukungan non-materil dari lembaga-lembaga tersebut. Selain program-program yang spesifik untuk membantu anak-anak pekerja migran, intervensi dini lebih diperlukan dalam memberikan dukungan sosial terhadap PMI dan keluarga yang ditinggalkan. Kata Kunci: dukungan sosial, anak pekerja migran, convoy model, migrasi orang tua
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Ilmiah Hubungan InternasionalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
