Vaccine Diplomacy as New Soft Power Effort of US in Dealing with China in Southeast Asia
Abstrak
Pandemi COVID-19 dan respon negara maju terhadap krisis ini mengungkapkan lanskap tata kelola kesehatan global mengalami perubahan menjadi ranah politik. Ketika negara-negara diseluruh dunia berjuang untuk mengamankan vaksin untuk memutus rantai COVID-19, negara superpower secara aktif menditribusikan vaksin secara internasional sebagai tindakan yang dikenal “diplomasi vaksin”. US dan China sangat memperlihatkan kepentingan politik dalam diplomasi vaksin yang terlihat dari cara kedua negara menanggapi dalam mencapai target diplomasi vaksin terutama di negara atau kawasan-kawasan strategis seperti Asia tenggara. Artikel ini menjelaskan diplomasi vaksin US di Asia Tenggara yang dianggap merupakan bentuk containing power US terhadap diplomasi vaksin China yang terlebih dahulu menyalurkan vaksin di negara-negara Asia Tenggara. US melakukan diplomasi vaksin untuk menyaingi vaksin China sesuai dengan keunggulan relatif politik US dengan memunculkan tindakan diplomasi yang bervariasi yakni dengan wacana vaksin booster. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dan konsep diplomasi vaksin dan diplomasi kontra strategi. Hasil penelitian menunjukan bahwa diplomasi vaksin US didorong oleh kepentingan politik. Dalam agenda pembahasan kunjungan diplomasi vaksin berisikan pembahasan ajakan untuk membendung kekuatan China di Indo-Pasifik dan Laut China Selatan. Kata kunci: AS; Cina; Dilomasi Vaksin; Soft Power
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Ilmiah Hubungan InternasionalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
