Identification of New Southern Policy Narratives within ROK’s Digital Diplomacy toward ASEAN
Abstrak
Republik Korea (ROK) mengalihkan fokus kebijakannya ke arah ASEAN melalui New Southern Policy (NSP). Sebagai kebijakan luar negeri utama di batas Selatan, NSP diharapkan dapat 'meningkatkan' status ASEAN. Kemitraan ini ditopang oleh transformasi kelembagaan dan birokrasi sebagai upaya untuk mempertahankan keberlanjutannya. Sejalan dengan upaya tersebut, ROK memanfaatkan sumber daya digitalnya untuk mendukung diplomasi ini. Diplomasi digital merupakan strategi penting terhadap publik ASEAN. Namun, apakah keunggulan ini diterjemahkan dengan baik dalam mendukung diplomasi digital dari NSP? Makalah ini menggunakan teknik pengumpulan data primer kualitatif yang bersifat eksploratif empiris dengan mengidentifikasikan tweet pemerintah ROK di dua tingkat analisis; domestik dan luar negeri. Makalah ini menyimpulkan bahwa keterlibatan domestik lebih baik. Tetapi, penelitian lebih lanjut menemukan bahwa dalam narasi domestik NSP digunakan sebagai alat politik. Sementara pada level eksternal, terdapat defisit diplomasi digital terhadap ASEAN. Strategi diplomasi digital ROK tidak seragam dalam implementasinya dan juga gagal dalam menciptakan percakapan mengenai NSP. Kata kunci : ASEAN, Republic of Korea, New Southern Policy, Diplomasi Digital, Twitter
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Ilmiah Hubungan InternasionalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
