Surviving in the Post-Repatriation Era: Challenges and Opportunities for Papuan refugees after returning from Papua New Guinea
Abstrak
Artikel ini mengkaji kondisi kehidupan pengungsi Papua setelah dipulangkan dari PNG dan menemukan pembelajaran yang dapat dipetik untuk mendukung program repatriasi Indonesia–PNG di masa depan. Penelitian ini secara khusus menyajikan cerita dari para repatrian di kampung Kwimi Keerom dan kampung Nasem Merauke. Kedua wilayah ini dipilih untuk mewakili Perbatasan Utara dan Selatan Provinsi Papua dengan PNG. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah, observasi, dan studi pustaka antara minggu kedua dan ketiga Desember 2021. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, artikel ini menemukan bahwa repatrian Papua masih berjuang untuk bertahan hidup di era pasca repatriasi. Hal itu terjadi karena janji pemerintah untuk memberdayakan dan menjamin keamanan mereka selama lima tahun pertama hingga repatrian mencapai tingkat reintegrasi yang memuaskan, belum sepenuhnya terlaksana. Bantuan integrasi dari pemerintah tentunya sangat dibutuhkan, mengingat para repatrian telah bertahun-tahun tinggal di PNG dengan pola pikir dan gaya hidup yang berbeda. Kajian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat dan daerah di Indonesia untuk merumuskan kebijakan yang terkoordinasi dalam menangani isu repatriasi; merancang rencana proyek yang jelas dalam lima tahun pertama setelah pemulangan yang meliputi prinsip keselamatan, perlindungan, pendampingan, pemberdayaan; dan mempertimbangkan masalah repatriasi dalam kepentingan negara.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Ilmiah Hubungan InternasionalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
