Agama dan Pembangunan: Beragam Pandangan dalam Melihat Keberkaitan Agama terhadap Proses Pembangunan dan Modernisasi
Abstrak
Introduksi mengenai modernisasi mulai mengalami reorientasi pasca pertengahan abad ke-20. Keterlibatan pengaruh agama dalam narasi pembangunan mulai dikesampingkan, bahkan diasumsikan bahwa pengaruhnya dalam proses pembangunan sebagai ancaman. Dalam narasi modern, agama lebih dipandang sebagai private matters, bukan sebagai public matters untuk diturutsertakan dalam kemaslahatan umum. Tulisan ini mencoba menelusuri kemungkinan terlibatnya agama dalam agenda pembangunan dengan dinamika keberagamaan di Indonesia sebagai sekop pembahasannya. Melalui pendekatan deskriptif dengan menggunakan data dari studi pustaka, Penulis mengambil pembahasan utama yang memaparkan tiga agama dengan kasus yang berbeda, diantaranya: Islam di Indonesia, Protestan dalam perspektif Max Weber, dan Era Tokugawa di Jepang, yang menjelaskan tentang proses dan agenda pembangunan sebagai hasil dari ide-ide agama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan ide-ide agama dan spiritualitas dapat berkontribusi terhadap proses pembangunan apabila modernisasi dipandang sebagai sesuatu yang konstruktif bukan sebagai konflik, serta di dukung dengan nilai solidaritas dari Ummat. Kata Kunci: Agama, Pembangunan, Islam, Etika Protestan, Agama Tokugawa
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Ilmiah Hubungan InternasionalArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
