Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Pendokumentasian Tari Bidu Tais Mutin di Desa Weoe, Kabupaten Malaka

Tolan, Felitciani Dwi Junitha SangaAhmad, ZaqinahAiman, UmmuAhmad, Rizqy Amelia RamadhaniyahMeilani, DianArifin, ArifinKenedi, KenediWahab, Ahmad Ishom Pratama
Jurnal Flobamorata Mengabdi (Sinta 3)Vol. 0 No. 020 Desember 2025
DOI10.51494/jfm.v3i2.3066

Abstrak

Abstrak: Pelaksanaan Kegiatan Pengkajian Warisan Budaya Takbenda seni tari Bidu Tais Mutin di Desa Weoe dilakukan dengan maksud menulis dan mendokumentasikan keseluruhan proses pembuatan dari perspektif budaya sehingga dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bagi pelajar, masyarakat ataupun pemerhati budaya, dan juga sebagai salah satu bahan referensi penelitian mahasiswa. Sebagai upaya perlindungan, pelestarian, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan daerah, kegiatan ini penting dilaksanakan karena bagian dari proses untuk penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Adanya laporan kegiatan ini kiranya dapat menjadi bahan evaluasi bagi Bidang Kebudayaan untuk membuat perencanaan, merancang kebijakan guna mewujudkan kemajuan pemajuan kebudayaan daerah Nusa Tenggara Timur yang konstruktif. Tari Bidu Tais mutin mrupakan bentuk luapan kegembiraan masyarakat Desa Weoe dalam meredahkan amarah dari para penjajah Jepang. Penulisan pelaporan kegiatan pendokumentasian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Metode penulisan secara kualitatif ini bertujuan untuk mendapatkan data sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis dan dideskripsikan, sehingga dapat memberikan gambaran dan pemaparan mengenai sejarah dan bentuk tari Bidu tais Mutin di desa upacara Weoe. Teknik pengumpalan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis bentuk tari Bidu Tais mutinmenggunakan konsep Soedarsono tentang bentuk yang saling berkaitan seperti penari, gerak, pola lantai, busana, iringan, waktu dan tempat pertunjukan. Hasil menujukkan bahwa tari Bidu Tais Mutin merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur pada zaman penjajah Jepang dan sebagai suatu pengenang akan sejarah masyarakat Weoe pada waktu itu yang dapat dilihat dari gerak, nyanyian, busana penuh pemaknaan sebagai identitas dari masyarakat Weoe. Abstract: The implementation of the Intangible Cultural Heritage Study Activity for the Bidu Tais Mutin dance in Weoe Village was carried out with the aim of writing and documenting the entire process of creation from a cultural perspective so that it can be used as learning material for students, the community or cultural observers, and also as a reference material for student research. As an effort to protect, preserve, develop, utilize, and foster regional culture, this activity is important to carry out because it is part of the process of determining Indonesia's Intangible Cultural Heritage. The existence of this activity report can hopefully be used as evaluation material for the Cultural Sector to make plans and design policies to realize constructive progress in advancing the culture of the East Nusa Tenggara region. The Bidu Tais Mutin dance represents a joyful outpouring of joy by the people of Weoe Village to defuse the anger of the Japanese invaders. This report on the documentation of this activity uses qualitative research methods with an ethnochoreological approach. This qualitative writing method aims to obtain as much data as possible, then analyze and describe it, so that it can provide an overview and explanation of the history and form of the Bidu Tais Mutin dance in the Weoe ceremonial village. The data collection techniques used were observation, interviews, and literature review. The analysis of the Bidu Tais Mutin dance form uses Soedarsono's concept of interrelated forms such as dancers, movements, floor patterns, costumes, accompaniment, time, and performance venue. The results show that the Bidu Tais Mutin dance is a form of respect for the ancestors during the Japanese colonial era and as a reminder of the history of the Weoe people at that time which can be seen from the movements, songs, and clothing full of meaning as the identity of the Weoe people.  

Kata Kunci

Bidu Tais Mutin, Sejarah, Bentuk pertunjukkan

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurnal Flobamorata Mengabdi

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Pendokumentasian Tari Bidu Tais Mutin di Desa Weoe, Kabupaten Malaka | Jurnal Flobamorata Mengabdi | Publiora