Digital counseling: konsep dan tantangan layanan bimbingan online bagi generasi z
Abstrak
Revolusi industri 4.0 dan Society 5.0 telah mentransformasi layanan psikologis, melahirkan paradigma baru berupa digital counseling. Artikel ini bertujuan untuk mengkonseptualisasikan bentuk dan menganalisis tantangan layanan bimbingan online bagi Generasi Z sebagai digital native. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital counseling merepresentasikan evolusi layanan konseling yang mentranslasikan proses terapeutik ke ranah digital melalui moda sinkronus (video call, chat real-time) dan asinkronus (email, pesan teks). Layanan ini menawarkan peluang strategis bagi Generasi Z, seperti peningkatan aksesibilitas, fleksibilitas, serta pengurangan stigma dalam mencari bantuan psikologis. Namun, implementasinya dihadapkan pada kompleksitas tantangan multidimensi, mencakup aspek teknis (keamanan data dan kerahasiaan), etika (regulasi dan lisensi lintas wilayah), serta kompetensi konselor dalam membangun rapport dan empati melalui medium digital. Disimpulkan bahwa keberhasilan digital counseling memerlukan pendekatan holistik yang menyeimbangkan inovasi teknologi dengan pemertahanan prinsip-prinsip fundamental konseling, sehingga tercipta ekosistem layanan yang tidak hanya modern dan mudah diakses, tetapi juga etis dan efektif bagi Generasi Z.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan IndonesiaArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
