Board Structures dan Value-Added Intellectual Capital: Studi Kasus pada Industri Barang Konsumsi dan Perdagangan Indonesia
Abstrak
Dalam era knowledge-based economy, knowledge-based asset merupakan hal yang penting untuk diinvestigasi. Melalui corporate governance, board of director memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan intellectual capital dan mencapai efisiensi maksimum atas penggunaan sumberdaya intellectual capital yang dimiliki, sehingga meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Board structures, sebagai indikator corporate governance, diukur menggunakan the composition of board independence, board size, dan board meeting. Komposisi pendanaan (leverage) dan besarnya assets perusahaan juga menjadi faktor yang mempengaruhi terbentuknya intellectual capital, yang diukur menggunakan Value-Added Intellectual Capital. Objek penelitian ini adalah perusahaan terbuka yang tergabung dalam industri manufaktur barang konsumsi, serta perdagangan. Dari total 112 pengamatan yang dilakukan dari tahun 2010 hingga 2015, dan pengolahan statistik menggunakan analisa regresi berganda, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa board meeting dan total assets dapat meningkatkan nilai tambah intellectual capital perusahaan. Berlawanan dengan itu, semakin tingginya komposisi hutang dalam struktur pendanaan dapat menurunkan nilai tambah intellectual capital.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Akuntansi dan KeuanganArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
