PENGEMBANGAN PRODUK AROMATERAPI BERBAHAN MINYAK ATSIRI KUNYIT SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN MASYARAKAT DESA BANDAR KABUPATEN PACITAN
Abstrak
Kelompok Tani Suroloyo I Desa Bandar, Pacitan telah mampu melakukan destilasi minyak atsiri kunyit. Selama ini, minyak atsiri kunyit yang diproduksi dijual ke supplier essential oil. Namun, keuntungan yang diperoleh belum sebanding dengan tenaga dan waktu yang dihabiskan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan diversifikasi produk berbahan minyak atisiri kunyit menjadi produk minyak oles aromaterapi yang memiliki nilai tambah yang tinggi. Kegiatan ini dibagi dalam dua tahap, tahap pertama yaitu pelatihan formulasi minyak oles aromaterapi mengandung bahan minyak atsiri kunyit yang dilaksanakan di Kelompok Tani Suroloyo I Desa Bandar, Pacitan. Tahap kedua yaitu pembuatan minyak oles aromaterapi mengandung minyak atsiri kunyit di Usaha Kecil Obat Tradisional CV. PJ. Ching Lung, Sukoharjo. Kegiatan ini menghasilkan produk aromaterapi mengandung minyak atsiri kunyit. Minyak atsiri kunyit selanjutnya diformulasi dengan minyak adas, minyak kayu putih dan minyak lawang menjadi produk minyak oles aromaterapi, yang dikemas dalam botol kaca gelap roll on dengan ukuran 10 ml dan dilabel dengan merk Ellevacare Oil®. Produk ini telah didaftarkan izin edarnya ke Badan POM dan memperoleh nomor izin edar yaitu TR213678301. Produk minyak aromaterapi ini dijual dengan harga Rp. 15.000/botol. Adanya diversifikasi produk minyak atsiri kunyit dapat menjadi komoditas usaha baru di kelompok Tani Suroloyo I dan meningkatkan kapasitas produksi di CV PJ Ching Lung. Koordinasi kedua mitra dilakukan secara berkesinambungan berbasis pada kebutuhan masyarakat yang dapat dirasakan secara langsung manfaatnya.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Jurnal Abdi InsaniArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
