Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

MAHMOUD MUHAMED TAHA: REDEFINISI KONSEP NASAKH SEBAGAI PEMBENTUK SYARIAT HUMANIS

Fathina, Rasyidah
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah (Sinta 2)Vol. 0 No. 026 Maret 2012
DOI10.18860/j.v0i0.1593

Abstrak

Islam adalah agama Rahmatan lil alamin dan Shalih likulli zaman wa makan. Islam yang dibutuhkan oleh umatnya adalah Islam yang lebih bersifat humanis untuk memecah hegemoni diantara umat Islam akibat permasalahan jenis kelamin, perbedaan agama dan sebagainya. Mahmoud Muhamed Taha adalah salah satu tokoh intelektual muslim yang mengajukan gagasan untuk memberikan definisi ulang terhadap konsep nasakh sebagai salah satu upaya membentuk syariat yang lebih bersifat humanis sehingga Islam mampu menjadi agama yang Rahmatan lil ‘alamin sebagaimana misi yang dibawa oleh Islam itu sendiri.Islam is rahmatan lil alamin (blessing for the entire world) and shalil li kulli zaman wa makan ( can be implemented through time and space) religion. More humane Islam is needed by its adherents to break the hegemony among muslims due to gender, religion and some other problems. Mahmoud Muhamed Taha is one of prolific intellectual muslim who argues to redefine the concept of nasakh as the effort to build more humane syariat (Islamic Law) in order Islam is able to be Rahmatan lil‘alamin religion as it brings that mission.Kata Kunci: Nasakh, Syariat, ayat Makkiyah, Ayat Madaniyyah

Kata Kunci

syariahhukumislamNasakhSyariatayat MakkiyahAyat Madaniyyah

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

MAHMOUD MUHAMED TAHA: REDEFINISI KONSEP NASAKH SEBAGAI PEMBENTUK SYARIAT HUMANIS | Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah | Publiora