How Do Physics Teachers Implement the Merdeka Curriculum in Learning Activities?
Abstrak
Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia sejak tahun 2022 menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan tersebut dengan meneliti bagaimana guru fisika menerapkan Kurikulum Merdeka. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan selama empat bulan dari 14 guru fisika di lima sekolah menengah atas di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan tiga tahap utama dalam proses pembelajaran: pendahuluan, inti, dan penutup. Pada tahap pendahuluan, guru menyampaikan tujuan dan orientasi masalah, tetapi kurang memberikan motivasi dan asesmen awal. Aktivitas inti melibatkan diskusi dan praktikum, namun masih didominasi oleh metode ceramah dengan penerapan pembelajaran terdiferensiasi yang minimal. Tahap penutup mencakup refleksi, rangkuman, dan tugas. Namun, terdapat inkonsistensi antara hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran terdiferensiasi belum optimal. Untuk meningkatkan efektivitas kurikulum, diperlukan pelatihan guru dalam perencanaan pembelajaran dan asesmen formatif. Keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah partisipan yang kecil, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel guna validasi temuan yang lebih luas.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Journal of Education and Teaching (JET)Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
