KONSTRUKSI MAKNA KATA MAKIAN DALAM PERILAK KOMUNIKASI KOMUNITAS PECINTA ALAM TALEGONG (Studi Etnografi Komunikasi pada Komunitas Pecinta alam Talegong)
Abstrak
Kata makian dalam setiap bahasa dan kebudayaan merupakan bagian terintegrasi dari perkembangan bahasa dan kebudayaan masyarakat itu sendiri. Kata-kata makinan secara referensial didefinisikan sebagai kata kotor dan terlarang. Namun dalam beberapa komunitas masyarakat, kata makian di konstruksi dengan makna yang tidak sesuai dengan makna secara referensial. Penelitian ini menggunakann metode kualitatif dengan pendekatan studi etnografi komunikasi. Teori manajemen koordinasi makna digunakan untuk menganalisis hasil temuan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada tiga praktif komunikasi dalam perilaku komunikasi Komunitas Pecinta alam Talegong dalam mengkonstruksi kata makian tersebut, yakni; situasi komunikatif, peristiwa komunikatif dan tindakan komunikatif. Komunitas Pecinta alam Talegong mengkonstruksi kata makian menjadi tidak lagi sebagai kata untuk memaki, melainkan sebagai kata yang digunakan sebagai bentuk keakraban, mencairkan suasana dan mempererat persahabatan.Kata Kunci: Konstruksi Makna, Kata Makian
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka JKMS : Jurnal Ilmu KomunikasiArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
