LITERASI DIGITAL MENANGKAL HOAKS COVID-19 DI MEDIA SOSIAL
Abstrak
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan salah satu alasan masyarakat tidak percaya Covid-19 karena terpengaruh isu hoaks alias berita bohong. Data itu sejalan dengan laporan hoaks Covid-19 pada 23 Januari 2020 hingga 12 Mei 2021 yang jumlahnya mencapai 1.587 isu. Laporan yang sama menunjukkan mayoritas isu hoaks ditemukan di media sosial. Untuk itu perlunya peran literasi digital menangkal dan mengantisipasi praktek hoaks yang tidak bertanggung jawab di media sosial terkait Covid-19 dan seperti apa praktek hoaks Covid-19 pada media social dibahas dalam tulisan ini. Dijelaskan oleh Douglas A.J. terdapat dua diantara delapan elemen penting memahami literasi digital, yakni; kognitif (meluaskan pikiran) dan critical (kritis menyikapi konten) menjadi dasar pandangan dalam tulisan ini. Pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), ditemukan bahwa perlunya menumbuhkan kesadaran akan menyeleksi sumber, menambah pemahaman, berusaha mengecek informasi dari satu media dengan media lainnya dan pentingnya mengembangkan tradisi mengoreksi berita di kalangan masyarakat.Kata Kunci: Berita, Covid-19, Hoaks, Literasi digital, Media Sosial
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka JKMS : Jurnal Ilmu KomunikasiArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
