OPINI PUBLIK DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM #2019GANTIPRESIDEN VS #2019TETAPJOKOWI
Abstrak
Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, tau koran dibutuhkan modal besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial dimana seorang user bisa mengakses dengan jaringan internet tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri. Pengguna media sosial bebas mengedit,menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya. Mencermati lebih jauh, media sosial telah menjelma menjadi jenis komunikasi baru dalam tataran komunikasi massa yang paling banyak digunakan secara universal. Konsep media sosial tersebut pada dasarnya telah dipaparkan dalam artikel di Universitas Harvard pada Tahun 1966 atau 51 tahun yang lalu oleh seorang peneliti yang melakukan studi komunikasi persuasif yaitu ernest dichter, yang ternyata ada hubungannya dengan trend media sosial saat ini. Secara umum adaempat hal penting ditemukan oleh Ernest Dichter mengenai motivasi seseorang mengkomunikasikan sebuah hal baru (yang dapat diartikansebagai sebuah brand, yaitu : Pertama, publik senang membicarakan sebuah brand karena pengaruh produk itu sendiri (33% dari total populasi); Kedua, pengaruh dalam diri sendiri (24%); Ketiga, pengaruh diluar diri sendiri (20%); Keempat, Isi pesan itu sendiri (20%) (detik.com).
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka JKMS : Jurnal Ilmu KomunikasiArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
