Analisis Hubungan Status Gizi dan Anemia pada Pasien Tuberkulosis Fase Intensif dan Lanjutan
Correlation Analysis of Nutritional Status and Anemia in Tuberculosis Patient During Intensive and Continuation Phases
Abstrak
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara. Pengobatan tuberkulosis OAT untuk tuberkulosis meliputi pyrazinamid, rifampisin, isoniazid, ethambutol, dan streptomisin memiliki efek samping dari yang dapat meningkatkan resiko perubahan status gizi dan anemia. Penelitian ini menganalisis hubungan antara status gizi, status anemia, dan fase pengobatan pada pasien tuberkulosis (TB) di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh pasien TB rawat jalan di UPTD Puskesmas Bangetayu dan Kedungmundu. Subjek berjumlah 44 orang dewasa tanpa komorbiditas yang terdiri dari 20 orang subjek fase intensif dan 24 orang fase lanjutan diperoleh melalui purposive sampling. Status gizi pasien dihitung menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan status anemia dinilai melalui parameter hematologis seperti Hb (Hb), Ht (Ht), dan indeks eritrosit. Analisis statistik menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara status anemia dan parameter hematologis (Hb, Ht, indeks eritrosit) dengan IMT pada kedua kelompok pengobatan (p>0.05). Hal ini diduga dipengaruhi oleh inflamasi sistemik akibat infeksi TB atau efek terapi anti-TB. Namun, hubungan signifikan ditemukan antara IMT dan berat badan pasien (p<0.001), yang menggambarkan variasi status gizi pasien. Studi dengan jumlah sampel lebih besar serta pengumpulan data tambahan terkait durasi pengobatan TB, tingkat keparahan penyakit, dan asupan nutrisi pasien dapat membantu memahami lebih mendalam temuan tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi awal dalam memahami hubungan antara TB dengan status gizi dan anemia. Selain itu, trombosit dan tinggi badan menunjukkan tren perbedaan mendekati signifikan, yang dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut membuka peluang untuk penelitian lanjutan guna mengembangkan intervensi berbasis gizi bagi pasien TB.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
