Perbedaan Jumlah Eritrosit Sebelum dan Sesudah Donor Darah di Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal Pemalang
Differences in Erythrocyte Count Before and After Blood Donation at Muhammadiyah Mardhatillah Hospital Randudongkal Pemalang
Abstrak
Donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang penting dalam pemenuhan kebutuhan darah nasional, namun dapat menimbulkan perubahan sementara pada parameter hematologi, termasuk jumlah eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jumlah eritrosit sebelum dan 60 menit sesudah donor darah pada pendonor sukarela. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian berjumlah 39 pendonor sukarela yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan jumlah eritrosit dilakukan menggunakan hematology analyzer otomatis sebelum dan 60 menit setelah donor darah. Analisis data diawali dengan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji homogenitas, yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen (p > 0,05), sehingga dilanjutkan dengan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah eritrosit sebelum donor sebesar 4,71 ± 0,49 juta/µL dan menurun menjadi 4,46 ± 0,51 juta/µL pada 60 menit sesudah donor. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah eritrosit sebelum dan sesudah donor darah (p < 0,001). Disimpulkan bahwa donor darah menyebabkan penurunan jumlah eritrosit secara signifikan dalam satu jam pertama pascadonor sebagai respons fisiologis akut terhadap kehilangan darah. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan kondisi hematologis serta pemberian edukasi kepada pendonor terkait pemulihan pascadonor.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
