Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis Program Diploma Tiga STIKES Wira Medika Bali
Correlation Between Body Mass Index and Random Blood Glucose Levels in Medical Laboratory Technology Students of Diploma Three Program Wira Medika Health College Bali
Abstrak
Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan parameter sederhana yang digunakan untuk menilai status gizi seseorang, baik kekurangan maupun kelebihan berat badan. Status gizi berlebih sering dikaitkan dengan risiko peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang dapat berkembang menjadi sindrom metabolik. Kondisi ini semakin banyak ditemukan pada usia remaja dan dewasa muda yang memiliki pola hidup kurang sehat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada mahasiswa reguler DIII Teknologi Laboratorium Medis STIKES Wira Medika Bali. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling sesuai kriteria inklusi, yaitu berusia 15–24 tahun, tidak mengonsumsi obat yang memengaruhi kadar gula darah, dan bersedia menjadi responden. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat dan tinggi badan, kemudian dikategorikan menjadi underweight, normal, overweight, obesitas I, dan obesitas II. Pemeriksaan GDS dilakukan menggunakan darah kapiler dengan bantuan glukometer. Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan distribusi IMT responden adalah underweight 13,3%, normal 40,0%, overweight 13,3%, obesitas I 23,4%, dan obesitas II 10,0%. Seluruh responden memiliki kadar glukosa darah sewaktu <200 mg/dL, sehingga masih berada pada kategori normal. Uji statistik menunjukkan nilai p=0,996 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan GDS pada mahasiswa. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa IMT tidak terbukti berhubungan langsung dengan kadar glukosa darah sewaktu. Walaupun demikian, pengendalian berat badan tetap diperlukan sebagai upaya pencegahan jangka panjang terhadap sindrom metabolik dan penyakit tidak menular lain yang berkaitan dengan obesitas.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
