Perbadingan Hasil Pemeriksaan pH dan Leukosit Menggunakan Urin Segar dan Urin Tunda 2 Jam pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan Metode Carik Celup
Comparison of pH and Leukocyte Test Results Using Fresh Urine and 2-Hour Delayed Urine in Patients with Urinary Tract Infection (UTI) using the Dipstick Method
Abstrak
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi yang memerlukan diagnosis laboratorium yang cepat dan akurat. Pemeriksaan urin menggunakan metode carik celup menjadi alternatif diagnostik yang praktis. Namun, stabilitas spesimen urin yang mengalami penundaan pemeriksaan perlu dikaji lebih lanjut, khususnya terhadap parameter pH dan leukosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan pH dan leukosit menggunakan urin segar dan urin tunda 2 jam pada pasien ISK dengan metode carik celup. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 30 sampel urin diambil dari pasien ISK di RSAD Tk. II Udayana. Masing-masing sampel diperiksa dalam dua kondisi: segera (urin segar) dan setelah penyimpanan 2 jam pada suhu ruang (urin tunda), sehingga total sampel menjadi 60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan median pH urin dari 6,0 menjadi 6,5 dan penurunan jumlah leukosit dari median 125 menjadi 70 setelah penyimpanan 2 jam pada suhu ruang, dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Penundaan pemeriksaan urin selama 2 jam dapat memengaruhi nilai pH dan leukosit, sehingga berpotensi menimbulkan interpretasi diagnostik yang tidak akurat. Oleh karena itu, pemeriksaan kimia urin sebaiknya dilakukan selambat-lambatnya satu jam setelah pengambilan sampel atau disimpan pada suhu 2–8 °C untuk menjaga keakuratan hasil.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
