Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Perbedaan Kadar TNF-α pada Penderita Tuberkulosis Paru Sebelum dan Sesudah Satu Bulan Terapi Obat Anti Tuberkulosis

Differences in TNF-α Levels in Pulmonary Tuberculosis Patients Before and After One Month of Anti-Tuberculosis Drug Therapy

Kuncara, Rachmad BayuPurlinda, Devi EtiviaSetyaji, YokiSulistyasmi, Wiwit
Medical Laboratory Network (Sinta 3)Vol. 0 No. 06 Mei 2025
DOI10.31983/jlm.v7i1.12789

Abstrak

 Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pasien yang terdiagnosis tuberkulosis paru akan menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama enam bulan. Pada dua bulan pertama yang disebut fase intensif, pasien diberikan kombinasi OAT berupa isoniazid, rifampisin, ethambutol, dan pirazinamid. TNF-α adalah sitokin proinflamasi yang berperan penting dalam pembentukan granuloma untuk menahan penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar TNF-α pada penderita tuberkulosis paru sebelum dan sesudah satu bulan terapi OAT. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif tanpa pembanding. Total sampel yang digunakan adalah 17 pasien tuberkulosis paru yang baru didiagnosis di Puskesmas Bangetayu, Kedungmundu, dan Tlogosari Wetan, Kota Semarang. Kadar TNF-α pada sampel serum diperiksa dengan metode ELISA. Rerata kadar TNF-α sebelum terapi OAT adalah 110.09±100,48 pg/mL, sedangkan setelah satu bulan terapi OAT, kadarnya menurun menjadi 90,05±60,12 pg/mL. Hasil uji statistik menggunakan Mann-Whitney menunjukkan nilai p sebesar 0,228 (> 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan kadar TNF-α yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah satu bulan terapi OAT. Namun, secara rerata terlihat adanya penurunan kadar TNF-α meskipun tidak signifikan secara statistik, yang dapat mengindikasikan adanya respons awal terhadap terapi OAT. Saran dari peneliti, untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif dan signifikan secara statistik, disarankan dilakukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar serta pemantauan kadar TNF-α dalam jangka waktu terapi yang lebih panjang, seperti hingga akhir fase intensif atau akhir terapi OAT.

Kata Kunci

Pulmonary TuberculosisAnti-Tuberculosis DrugsTNF-αTuberkulosis ParuObat Anti TuberkulosisTNF-α

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Medical Laboratory Network

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Perbedaan Kadar TNF-α pada Penderita Tuberkulosis Paru Sebelum dan Sesudah Satu Bulan Terapi Obat Anti Tuberkulosis | Medical Laboratory Network | Publiora