Hubungan antara Kadar Albumin dan Bilirubin Tehadap Fungsi Hati pada Pasien Rehabilitas NAPZA < 2 Tahun di RS Dr. Radjiman Widiodiningrat Lawang
Relationship between Albumin and Bilirubin Levels on Liver Function in Drug Rehabilitation Patients < 2 Years in Dr. Radjiman Widiodiningrat Lawang Hospital
Abstrak
Penggunaan NAPZA secara berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada hati, yang berperan dalam metabolisme dan detoksifikasi zat berbahaya dalam tubuh. Gangguan fungsi hati akibat penggunaan NAPZA dapat mempengaruhi kadar albumin dan bilirubin yang bisa menjadi indikator kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar albumin dan bilirubin pada pasien rehabilitasi NAPZA < 2 Tahun di RS Dr. Radjiman Widiodiningrat Lawang. Subjek penelitian ini adalah pengguna NAPZA selama > 1 Tahun yang menjalani masa rehabilitas tanpa penggunaan obat – obat psikotropika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pemilihan responden menggunakan Teknik Probability sampling. Hasil menunjukkan 82% pasien memiliki kadar albumin normal, dan semua pasien menunjukkan kadar bilirubin normal. Analisis uji korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara lama konsumsi NAPZA dan kadar albumin (r=0.004, p>0.05), serta tidak adanya korelasi signifikan antara lama rehabilitasi dan kadar albumin (r=0.413, p>0.05). Selain itu, tidak ditemukan korelasi signifikan antara lama konsumsi NAPZA dan kadar bilirubin (r=-0.226, p>0.05), maupun antara lama rehabilitasi dan kadar bilirubin (r=0.214, p>0.05). Hasil uji homogenitas dan uji normalitas data, mengindikasikan bahwa data tersebar homogen dan normal. Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar albumin dan bilirubin dengan lama konsumsi dan rehabilitasi NAPZA.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
