Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Faktor Risiko Terjadinya Anemia pada Pasien Tuberculosis Paru dalam Fase Pengobatan

Risk Factors for Anemia in Pulmonary Tuberculosis Patients in the Treatment Phase

Rosidah, UmiAuliya, Qurrotu AyuniWikandari, Ririh JatmiWidiyanto, Santo Yoseph Didik
Medical Laboratory Network (Sinta 3)Vol. 0 No. 01 November 2024
DOI10.31983/jlm.v6i2.12268

Abstrak

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit TBC masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat Indonesia yang berujung pada kesakitan, kecatatan, dan kematian tinggi sehingga perlu adanya penanggulangan. Tujuan penelitian mengetahui faktor risiko terjadinya anemia pada pasien tubercukosis paru dalam fase pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif analitik casecontrol Penelitian dilakukan di Puskesmas Bangetayu Kecamatan Genuk Kota Semarang. Populasi semua pasien TB yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Bangetayu. Sampel penelitian ini dari total keseluruhan populasi yaitu 34 pasien case dan kontrol. Hasil dari 34 responden case control terdapat kadar hemoglobin pada pasien Tuberkulosis paru dengan anemia (case) sebanyak 17 responden yang mengalami penurunan kadar hemoglobin yaitu laki-laki dengan rata-rata kadar Hemoglobin 12,2 gr/dL (7 responden), Perempuan dengan kadar Hemoglobin rata-rata 10,6 gr/dL (2 responden). Sebanyak 17 responden control yang tidak anemia yaitu mayoritas normal dengan jenis kelamin  perempuan dengan rata-rata kadar Hemoglobin 12,61 gr/dL (17 responden). Berdasarkan karakteristik yang jenis kelamin laki-laki 29,41% dan jenis kelamin perempuan 11,76%. Penurunan kadar hemoglobin yaitu laki-laki dengan rata-rata kadar hemoglobin 12,2 gr/dL (5 responden), perempuan dengan kadar hemoglobin rata-rata10,6 gr/dL (2 responden). Berdasarkan karakteristik yang berjenis kelamin perempuan 70,59% (24 responden) dan laki-laki 29,41% (10 responden). Berdasarkan karakteristik usia kategori dewasa 64,71% (22 responden), lansia 23,53% (8 responden), bayi dan anak 11,76% (4 responden), dan remaja 0,00% (0 responden). Hasil uji bivariate kadar hemoglobin, usia, dan jenis kelamin terdapat hubungan antara kadar hemoglobin, usia, dan jenis kelamin terhadap pasien Tuberculosis paru dalam fase pengobatan. Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap terjadinya anemia pada pasien Tuberculosis paru dalam fase pengobatan yaitu pada variabel jenis kelamin yaitu memiliki resiko sebesar 3.429. Selanjutnya diikuti oleh variael kadar hemoglobin yang memiliki risiko sebesar 0.370. Usia tidak terdapat faktor risiko terjadinya anemia pada pasien Tuberculosis paru dalam fase pengobatan. Kesimpulan penelitian ini kadar hemoglobin dan jenis kelamin terdapat faktor risiko terjadinya anemia pada pasien Tuberculosis paru dalam fase pengobatan. Anemia mampu mempengaruhi pada petunjuk diagnosis, prognosis, komplikasi, dan respon terhadap terapi tuberkulosis, sehingga pasien tuberculosis dapat menjaga asupan gizi dan kepatuhan terapi untuk menekan perkembangan penyakit.

Kata Kunci

Pulmonary TuberculosisAnemiaTuberculosis TreatmentTuberculosis ParuAnemiaPengobatan TBC

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Medical Laboratory Network

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Faktor Risiko Terjadinya Anemia pada Pasien Tuberculosis Paru dalam Fase Pengobatan | Medical Laboratory Network | Publiora