Identifikasi Glukosa Urin dan Keton Urin pada Pasien Tuberkulosis Paru yang Mendapat Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Di Puskesmas Tlogosari Wetan
Identification of Urinary Glucose and Urinary Ketones in Pulmonary Tuberculosis Patients Receiving Anti-Tuberculosis Drug Therapy (OAT) at the Tlogosari Wetan Health Center
Abstrak
Tuberkulosis merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang diberikan juga memiliki efek samping salah satunya nefrotoksik. Pemeriksaan laboratorium identifikasi glukosa urine dapat menunjukkan apabila terjadi kerusakan glomerulus ginjal dalam proses filtrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi glukosa urin dan keton urin pada pasien TBC paru non DM dengan pengobatan OAT di Puskesmas Tlogosari Wetan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh pasien TBC yang mlakukan pemeriksaan di Puskesmas Tlogosari Wetan. Sampel penelitian ialah sampel urin sewaktu dari pasien TBC paru non DM. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah carik celup menggunakan reagent strip test. Hasil penelitian menunjukkan dari total keseluruhan 30 pasien TBC paru non DM dengan terapi OAT (100%). Sebanyak 6 (20%) pasien teridentifikasi glukosa urin, dengan rincian pengobatan fase intensif 2 (7%) pasien glukosa urin trace (±), sedangkan pada fase lanjutan 2 (7%) pasien teridentifikasi glukosa urin trace (±) dan 2 (7%) pasien glukosa urin low (+1). Mayoritas hasil positif glukosa urin dialami jenis kelamin laki-laki dengan rentan usia lansia (46-65 tahun) sebanyak 4 pasien (14%). Hasil identifikasi keton urin menunjukkan 2 (6,6%) pasien teridentfikasi keton urin yaitu trace (±) pada pengobatan fase intensif, sedangkan 15 pasien fase lanjutan keton urin seluruhnya negatif. Hasil positif keton urin mayoritas dialami jenis kelamin laki- laki rentan usia dewasa (26-45 tahun) sebanyak 2 pasein (14%). Kesimpulan dari 30 pasien TBC paru non DM dengan terapi OAT yang memenuhi kriteria inklusi terdapat 6 (20%) pasien teridentifikasi glukosa urin dan 2 (6,6%) pasien teridentifikasi keton urin. Dampak penelitian ini diharapkan pasien TBC paru non DM untuk meminum OAT dan melakukan medical check up secara teratur.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
