Perbedaan Kadar Vitamin D3 pada Penderita Tuberkulosis Paru Sebelum dan Sesudah Satu Bulan Terapi Obat Anti Tuberkulosis
Differences in Vitamin D3 Levels in Pulmonary Tuberculosis Patients Before and After One Month of Anti-Tuberculosis Drug Therapy
Abstrak
Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pasien yang terdiagnosis tuberkuosis paru akan mendapatkan terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama enam bulan. Pada dua bulan awal atau disebut fase intensif, pasien akan diberikan kombinasi OAT berupa rifampisin, isoniazid, ethambutol, dan pirazinamid. Beberapa jenis obat anti tuberkulosis berpotensi mempengaruhi metabolisme vitamin D3, baik dengan mengganggu penyerapan, metabolisme maupun mengubah kerja vitamin D3. Proses pengobatan tuberkulosis paru yang berlangsung lama juga berakibat pada penurunan kadar vitamin D3 dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin D3 pada penderita tuberkulosis paru sebelum dan sesudah satu bulan terapi obat anti tuberkulosis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain kohort prospektif tanpa pembanding. Total sampel sebanyak 16 penderita tuberkulosis paru yang baru terdiagnosis di Puskesmas Bangetayu, Kedungmundu, dan Tlogosari Wetan Kota Semarang. Kadar vitamin D3 dalam sampel serum diperiksa dengan metode ELISA. Rerata kadar vitamin D3 sebelum terapi OAT adalah 19,00±10,45 ng/mL, kadarnya menurun setelah terapi OAT yaitu 18,51±4,74 ng/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian obat anti tuberkulosis mungkin berpengaruh terhadap kadar vitamin.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Medical Laboratory NetworkArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
