Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Analisis Perbedaan Nilai Hematokrit pada Penderita Hipertensi Derajat Satu dan Derajat Dua

Analysis of Differences in Hematocrit Values in Patients with Stage 1 and Stage 2 Hypertension

Djami, Supriati WilaTangkelagi, MarniBria, MelianceLoaloka, Meirina Sulastri
Medical Laboratory Network (Sinta 3)Vol. 0 No. 01 Mei 2024
DOI10.31983/jlm.v6i1.10594

Abstrak

Tekanan darah merupakan tekanan yang diberikan darah terhadap dinding pembuluh darah dan ditimbulkan oleh desakan darah terhadap dinding arteri ketika darah tersebut dipompa dari jantung ke jaringan. Besar tekanan bervariasi tergantung pada pembuluh darah dan denyut jantung. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi pemicu masalah kesehatan yang terjadi di seluruh dunia. Kabupaten Kupang merupakan salah satu Kabupaten dengan kasus hipertensi tertinggi di propinsi NTT dengan 1.582 kasus. Hipertensi sangat berkaitan dengan kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit. Terdapat hubungan positif yang bermakna antara nilai hematokrit dengan tekanan darah diastolik. Peningkatan tekanan darah memiliki hubungan positif yang signifikan antara kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit. Selain itu faktor yang mempengaruhi hipertensi dengan kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit adalah umur, jenis kelamin, sirkulasi fibrinogen dan agregasi sel darah merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Nilai Hematokrit pada penderita Hipertensi Derajat Satu dan Derajat Dua. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik cross-sectional berdasarkan data primer yang berasal dari hasil pemeriksaan di Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang pada bulan April 2023 yang memenuhi kriteria sampel penelitian. Pengambilan sampel untuk penelitian ini ditentukan menggunakan teknik Purposive Sampling. Responden penelitian adalah 30 penderita hipertensi di Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Penelitian tekanan darah dan nilai hematokrit dilakukan terhadap seluruh responden. Hasil penelitian menunjukkan penderita hipertensi terdiri dari 5 (17%) laki-laki dan 25 (83%) perempuan dengan usia penderita hipertensi terbanyak adalah usia > 56 tahun sebanyak 24 orang (80%). Penderita hipertensi derajat 1 (satu) terdiri dari 9 (30%) orang dan penderita hipertensi derajat 2 sebanyak 21 (70%) orang dengan nilai hematokrit penderita hipertensi terbanyak masih berada dalam batas normal sebanyak  18 (60%) dan nilai hematokrit yang rendah sebanyak 12 (40%).Hasil penelitian ini diolah menggunakan software SPSS dengan analisis Mann-Whitney Test dan disajikan secara deskriptif tentang analisis nilai hematokrit pada penderita hipertensi derajat satu dan derajat dua. Hasil analisis statistik menunjukkan p-value > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antar variabel dan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai hematokrit pada penderita hipertensi derajat satu dan derajat dua dengan nilai p=0,295. Pada penelitian in penderita Hipertensi pada umumnya memiliki nilai hematokrit yang normal tetapi pada penderita hipertensi derajat dua nilai hematokrit cenderung rendah.

Kata Kunci

Blood PressureHypertensionHematocritStage 1 HypertensionStage 2 HypertensionTekanan DarahHipertensiHematokritHipertensi Derajat SatuHipertensi Derajat Dua

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Medical Laboratory Network

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Analisis Perbedaan Nilai Hematokrit pada Penderita Hipertensi Derajat Satu dan Derajat Dua | Medical Laboratory Network | Publiora